Hari Pertama Pesta Sekura, Parosil Dorong Gen Z Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya Lampung Barat
Parosil Dorong Gen Z Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya Lampung Barat. Foto: Echa/kupastuntas.co.
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyampaikan harapannya agar generasi muda, khususnya Gen Z, tetap berkomitmen dalam melestarikan seni dan budaya khas daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri perhelatan Sekura Cakak Buah di Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (21/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Parosil mengaku bangga melihat peran aktif para muli mekhanai atau bujang gadis yang hingga kini masih konsisten menjaga dan mempertahankan tradisi budaya Lampung Barat.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan adat menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap warisan leluhur masih terjaga dengan baik di tengah arus modernisasi.
Perhelatan Sekura Cakak Buah yang digelar masyarakat setempat pun berlangsung meriah, sekaligus menjadi simbol kuat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
Sekura sendiri merupakan tradisi pesta topeng khas masyarakat Lampung Barat yang rutin digelar setiap perayaan Idulfitri. Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan silaturahmi antarwarga.
Selain itu, Sekura Cakak Buah telah diakui sebagai warisan budaya takbenda Indonesia yang memiliki nilai historis dan kultural tinggi, bahkan dikenal hingga mancanegara.
Parosil menilai, keberlangsungan tradisi tersebut tidak terlepas dari peran aktif masyarakat, khususnya para muli mekhanai yang menjadi motor penggerak di berbagai pekon.
Ia menegaskan, hampir setiap pekon yang menggelar pesta Sekura digerakkan oleh generasi muda, yang menunjukkan adanya kesadaran kolektif dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Kita patut bangga, karena ini menunjukkan bahwa anak-anak kita masih memiliki kepedulian terhadap budaya warisan leluhur,” ujarnya.
Meski demikian, Parosil juga mengingatkan bahwa tantangan pelestarian budaya semakin besar seiring perkembangan zaman yang kian modern.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga eksistensi seni dan budaya Lampung Barat agar tidak tergerus oleh perubahan global.
Ia juga mengajak para pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah, seperti Bandar Lampung, Yogyakarta, Bandung, maupun Jakarta, untuk tetap berkontribusi saat pulang ke kampung halaman.
Menurutnya, momen libur seperti Idulfitri harus dimanfaatkan untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan budaya sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah asal.
Lebih lanjut, Parosil mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara tokoh adat, masyarakat, dan pemerintah.
Ia mengkhawatirkan, tanpa adanya upaya bersama dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda, seni dan budaya khas Lampung Barat berpotensi mengalami kemunduran, bahkan hilang di masa mendatang.
Sebagai penutup, Parosil berharap tradisi Sekura Cakak Buah dapat terus dipromosikan sebagai salah satu kekayaan daerah yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah, sekaligus memperkuat identitas budaya Lampung Barat di tingkat nasional maupun internasional.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Lampung Barat melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) mencatat 27 pekon (desa) telah menetapkan jadwal pelaksanaan Pesta Sekura Cakak Buah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.
Tradisi budaya khas masyarakat Lampung Barat tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Syawal 1447 Hijriah, dengan rangkaian kegiatan yang tersebar di beberapa wilayah.
Penetapan jadwal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Barat, Bernaria, melalui Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif, Riady Andrianto.
Ia mengatakan, penyusunan jadwal dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pesta budaya Sekura dapat berjalan tertib serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut memeriahkan tradisi tersebut di berbagai pekon.
Menurut Riady, Pesta Sekura Cakak Buah merupakan salah satu tradisi budaya yang masih dijaga masyarakat Lampung Barat hingga saat ini sebagai bagian dari perayaan Idulfitri yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga.
Riady menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dimulai pada 1 Syawal 1447 Hijriah yang dipusatkan di Pekon Simpang Raya, Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian Pesta Sekura Cakak Buah tahun ini.
"Selanjutnya, pada 2 Syawal 1447 Hijriah, pesta budaya tersebut akan digelar di sejumlah lokasi, di antaranya Padang Dalom dan Way Mengaku di Kecamatan Balik Bukit, Sinar Jaya Muara Jaya II di Kecamatan Kebun Tebu, Kenali di Kecamatan Belalau, serta Sukabumi dan Sukaraja di Kecamatan Batu Brak," kata dia, Rabu (11/3/2026).
Memasuki 3 Syawal 1447 Hijriah, pelaksanaan Pesta Sekura Cakak Buah semakin meluas dengan beberapa pekon menjadi tuan rumah kegiatan. Di Kecamatan Balik Bukit, kegiatan akan berlangsung di Sukamarga Padang Cahya, Way Empulau Ulu, Pelita Jaya Bahwai, serta Pekon Balak dan Padang Cahya.
"Pada hari yang sama, kegiatan juga digelar di Kota Besi, Kecamatan Batu Brak; Serungkuk, Kecamatan Belalau; serta Puramekar, Kecamatan Gedung Surian. Sejumlah wilayah tersebut dikenal sebagai daerah yang masih kuat menjaga tradisi Sekura setiap tahunnya," sambungnya.
Kemudian, pada 4 Syawal 1447 Hijriah, Pesta Sekura Cakak Buah akan berlangsung di beberapa pekon di Kecamatan Balik Bukit, yakni Sukarami, Sebarus, Gunung Sugih, dan Bahway. Selain itu, kegiatan juga dilaksanakan di Luas, Kecamatan Batu Ketulis, serta Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak.
Selanjutnya, pada 5 Syawal 1447 Hijriah, tradisi ini akan digelar di Kegeringan, Kecamatan Batu Brak; Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis; Umbulioh, Kecamatan Sebarus; serta Kurungan Aji, Kecamatan Balik Bukit. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada 6 Syawal 1447 Hijriah yang akan dilaksanakan di Canggu, Kecamatan Batu Brak, dan Watas, Kecamatan Balik Bukit.
Sementara itu, rangkaian Pesta Sekura Cakak Buah tahun 1447 Hijriah akan ditutup pada 7 Syawal 1447 Hijriah yang dipusatkan di Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit. Lokasi tersebut biasanya menjadi salah satu titik keramaian yang banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. (*)
Berita Lainnya
-
Momentum Idul Fitri 1447 H, Bupati Lampung Barat Kenalkan Program SAT ANANDA SAKTI
Sabtu, 21 Maret 2026 -
Menyalakan Warisan Leluhur, Malaman Buka Dibi Kembali Semarak di Lambar
Jumat, 20 Maret 2026 -
Kepala Desa Pagar Dalam Pesisir Barat Ditemukan Meninggal di Sungai Way Marang
Jumat, 20 Maret 2026 -
Malam Takbir Idulfitri, Polres Lampung Barat Ingatkan Warga Tidak Konvoi Berlebihan
Jumat, 20 Maret 2026








