• Sabtu, 21 Maret 2026

‎Khutbah Idul Fitri, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Ajak Perkuat Takwa dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20.07 WIB
10

‎Khutbah Idul Fitri disampaikan oleh khatib, Dr. H Mahathir Muhammad, SE., MM. Wakil Rektor UTI. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung - Khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru Lampung yang disampaikan oleh Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan kepedulian sosial.

‎Dalam khutbahnya, Mahathir menegaskan bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan selama satu bulan penuh. Kemenangan tersebut bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi keberhasilan dalam mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kualitas keimanan.

‎Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa tujuan puasa adalah agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Oleh karena itu, nilai-nilai Ramadan harus tetap dijaga meskipun bulan suci telah berakhir.

‎“Ramadan adalah madrasah kehidupan yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Maka tanda diterimanya amal Ramadan adalah ketika kita tetap istiqamah dalam ibadah setelahnya,” ujarnya.

‎Mahathir juga mengingatkan bahwa ibadah tidak berhenti setelah Ramadan. Umat Islam diminta untuk terus menjaga salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

‎Dalam khutbahnya, ia menekankan dua dimensi penting dalam kehidupan seorang muslim. Pertama, dimensi vertikal yaitu hubungan dengan Allah SWT melalui peningkatan ibadah dan ketakwaan.

Kedua, dimensi horizontal yaitu hubungan dengan sesama manusia melalui kepedulian sosial, seperti berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah.

‎Menurutnya, zakat dan sedekah bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagi tidak akan mengurangi harta, melainkan justru akan membawa keberkahan.

‎Selain itu, momentum Idul Fitri juga harus dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan, terutama kepada kedua orang tua.

Ia menegaskan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai salah satu kunci keberkahan hidup.

‎“Mari kita buka pintu maaf seluas-luasnya, hapuskan dendam, dan pererat ukhuwah Islamiyah agar kehidupan kita dipenuhi keberkahan,” katanya.

‎Di akhir khutbah, Mahathir mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga semangat ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari syiar Islam yang terus dikembangkan oleh Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Terbaik di Lampung, dengan komitmen menghadirkan mahasiswa terbaik di Indonesia dan dosen terbaik di Indonesia, serta terus berkembang sebagai PTS Terbaik ASEAN. (*)