Ribuan Peserta Ramaikan Perayaan Pesta Budaya Sekura di Lampung Barat
Ribuan Peserta Ramaikan Perayaan Pesta Budaya Sekura di Lampung Barat. Foto: Echa/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Semarak Pesta Budaya Sekura di Lampung Barat berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan masyarakat, yang tumpah ruah di berbagai titik pelaksanaan di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.
Tradisi tahunan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri ini kembali menjadi magnet budaya yang tak hanya dinantikan warga lokal, tetapi juga perantau yang mudik ke kampung halaman.
Ribuan peserta dari berbagai pekon dan kecamatan ambil bagian dalam pesta budaya yang sarat nilai tradisi tersebut. Mereka memadati lokasi-lokasi pelaksanaan dengan penuh antusias, menciptakan suasana yang hidup, penuh warna, serta sarat kegembiraan khas Lebaran di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.
Berbagai kostum unik dan nyentrik menghiasi jalannya pesta. Para peserta Sekura tampil dengan ragam karakter yang mencuri perhatian, mulai dari yang jenaka hingga yang sarat simbol budaya, menjadikan setiap sudut perayaan penuh kejutan visual.
Sekura Kamak menjadi salah satu yang paling mencolok perhatian. Dengan kostum yang terkesan bebas dan nyeleneh, peserta memadukan berbagai atribut unik seperti topeng, pakaian lusuh, hingga aksesoris tak lazim yang mencerminkan ekspresi spontan masyarakat.
Sementara itu, Sekura Betik tampil lebih rapi dan elegan. Para peserta mengenakan balutan kain miwang yang menjadi ciri khas Lampung Barat, lengkap dengan aksesoris tradisional yang memperkuat identitas budaya Sekala Bekhak.
Kehadiran dua jenis Sekura tersebut memperlihatkan keberagaman ekspresi dalam satu tradisi.
Perpaduan antara Sekura Kamak yang bebas dan Sekura Betik yang tertata menciptakan harmoni budaya yang tetap terjaga hingga kini.
Pesta Budaya Sekura sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Lampung Barat yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.
Tradisi ini diyakini sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus ajang silaturahmi masyarakat setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, Sekura identik dengan penggunaan topeng yang menutupi identitas pemakainya.
Hal ini mencerminkan filosofi kesetaraan, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat berbaur tanpa memandang status sosial.
Selain itu, Sekura juga menjadi media ekspresi masyarakat dalam menyampaikan kritik sosial secara halus melalui kostum dan perilaku yang ditampilkan selama perayaan berlangsung.
Berdasarkan jadwal, Pesta Budaya Sekura tahun ini digelar pada 2 Syawal 1447 Hijriah di sejumlah lokasi. Di antaranya Padang Dalom dan Way Mengaku di Kecamatan Balik Bukit, Sinar Jaya Muara Jaya II di Kecamatan Kebun Tebu, Kenali di Kecamatan Belalau, serta Sukabumi dan Sukaraja di Kecamatan Batu Brak.
Salah satu peserta Sekura dari Kecamatan Batu Brak, yang tergabung dalam kelompok sekura Anker Squad bernama Khoi, mengaku selalu antusias mengikuti tradisi ini setiap tahunnya.
Ia menilai Pesta Sekura bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat Lampung Barat.
Khoi mengatakan, kostum yang dikenakannya tahun ini dirancang secara khusus dengan memadukan unsur tradisional dan kreativitas modern.
Hal itu, menurutnya, menjadi bentuk kontribusi dalam menjaga agar budaya Sekura tetap hidup dan berkembang.
"Setiap tahun kami pasti ambil bagian dalam memeriahkan pesta budaya sekura ini, karena kalau bukan kita yang menjaga tradisi dan budaya siapa lagi, yang penting tetap menjunjung tinggi etika," kata dia saat diminta keterangan di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Minggu (22/3/2026).
Ia menambahkan, setiap tahun kelompok nya selalu ikut dalam memeriahkan acara di setiap titik pelaksanaan sekura, sebab menurutnya pesta budaya sekura sudah menjadi identitas budaya bagi anak-anak muda di kelompok nya.
"Setiap tahun, dimanapun titik pelaksanaan Sekura Anker Squad selalu hadir untuk meramaikan, melestarikan dan mengenalkan pesta budaya sekura kepada wisatawan dari dalam ataupun luar daerah agar semakin di kenal," jelasnya.
Senada dengan itu, Rama, peserta Sekura dari Kecamatan Balik Bukit, juga menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi tersebut. Ia mengaku telah mengikuti Pesta Sekura sejak masih kecil.
"Udah lama, dari kecil udah sering ikut abang sampai sekarang masih sering ikut, karena orang dari Lampung Barat aja bangga dengan sekura masa kita sebagai penyelenggara engga bangga, maka tugas kita sekarang adalah melestarikan seni budaya di Lampung Barat," kata dia.
Rama menyebut, keterlibatannya dalam setiap perayaan Sekura merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya daerah.
Ia berharap generasi muda terus mengambil peran agar tradisi ini tidak tergerus zaman.
Antusiasme juga datang dari para pengunjung yang memadati lokasi acara. Salah satunya adalah Deni, warga Bandar Lampung yang tengah mudik ke Lampung Barat.
Deni mengaku sengaja meluangkan waktu untuk menyaksikan langsung kemeriahan Pesta Sekura.
Ia menilai tradisi ini memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan unsur seni, budaya, dan kebersamaan masyarakat.
"Kebetulan mudik bareng istri tahun ini ke Lampung Barat jadi sekalian nonton, karena selama ini hanya liat seliweran di sosmed sekarang bisa liat langsung, acaranya memang keren sih," jelasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Rika, pengunjung asal Pesisir Barat. Ia mengaku terkesan dengan kreativitas para peserta Sekura yang mampu menghadirkan pertunjukan budaya yang unik dan menghibur.
Menurut Rika, pagelaran seperti ini harus terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang berharga. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keaslian nilai-nilai budaya Sekura.
Ia juga berharap agar pelestarian budaya tidak hanya sebatas seremoni tahunan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari, termasuk melalui pendidikan dan kegiatan kreatif lainnya.
Dengan kemeriahan yang terus terjaga setiap tahunnya, Pesta Budaya Sekura tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol kuat identitas dan kekayaan budaya Lampung Barat yang patut dibanggakan dan dilestarikan. (*)
Berita Lainnya
-
Hari Pertama Pesta Sekura, Parosil Dorong Gen Z Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya Lampung Barat
Sabtu, 21 Maret 2026 -
Momentum Idul Fitri 1447 H, Bupati Lampung Barat Kenalkan Program SAT ANANDA SAKTI
Sabtu, 21 Maret 2026 -
Menyalakan Warisan Leluhur, Malaman Buka Dibi Kembali Semarak di Lambar
Jumat, 20 Maret 2026 -
Kepala Desa Pagar Dalam Pesisir Barat Ditemukan Meninggal di Sungai Way Marang
Jumat, 20 Maret 2026








