Antusias Memuncak, Pesta Sekura di Lambar Jadi Magnet Wisata dan Sumber Cuan Warga
Sejumlah pengunjung saat berfoto bersama sekura di pelaksanaan pesta budaya sekura di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak. Foto: Echa/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pelaksanaan Pesta Budaya Sekura hari ketiga Syawal 1447 Hijriah di Lampung Barat berlangsung semarak dan meriah. Tradisi tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat ini digelar serentak di berbagai titik, menghadirkan ragam atraksi budaya yang kental dengan nilai kearifan lokal.
Antusiasme masyarakat terlihat semakin meningkat dibanding hari-hari sebelumnya. Ribuan warga dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan langsung kemeriahan Sekura, yang dikenal dengan kostum unik dan penuh kreativitas.
Tak hanya masyarakat lokal, sejumlah wisatawan dari luar daerah juga turut hadir. Mereka tampak antusias mengabadikan momen dengan para peserta Sekura yang tampil mencolok dengan beragam atribut khas.
Pesta Sekura tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Banyak peserta Sekura yang memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan melalui interaksi dengan pengunjung.
Sejumlah wisatawan terlihat rela mengantre untuk berfoto bersama para Sekura. Kostum yang unik dan penuh warna menjadi daya tarik tersendiri, sehingga menciptakan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.
Tarif untuk berfoto bersama peserta Sekura pun bervariasi. Umumnya, pengunjung memberikan uang mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000, tergantung keikhlasan masing-masing pengunjung.
Salah satu peserta Sekura, Rozi, mengatakan bahwa dirinya dan rekan-rekannya tidak pernah menetapkan tarif khusus bagi pengunjung yang ingin berfoto. Menurutnya, uang yang diberikan hanyalah bentuk apresiasi.
"Tujuan utama keikutsertaannya bukan semata-mata mencari keuntungan, melainkan untuk memperkenalkan budaya Sekura kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar Lampung Barat," kata dia saat ditemui di lokasi sekura di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak.
Hal senada disampaikan Refky, peserta Sekura lainnya yang ditemui bersama kelompoknya di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak. Ia mengaku pendapatan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan cukup bervariasi.
Refky menyebut, dalam kondisi ramai, dirinya bisa mendapatkan uang puluhan hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari. Meski demikian, ia tetap menempatkan pelestarian budaya sebagai prioritas utama.
Dampak positif pelaksanaan Pesta Sekura juga dirasakan para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Meningkatnya jumlah pengunjung turut mendongkrak penjualan mereka secara signifikan.
Salah seorang pedagang jajanan mengaku omzet penjualannya mengalami peningkatan selama berlangsungnya Sekura. Ia menyebut, pada hari biasa dirinya hanya mampu meraih pendapatan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.
Namun saat Pesta Sekura digelar, pendapatannya bisa meningkat hingga dua kali lipat. Ramainya pengunjung yang datang membuat dagangannya lebih cepat habis dibanding hari biasa.
Para pelaku UMKM berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin karena selain melestarikan budaya, juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat kecil.
Pada hari ketiga Syawal ini, pelaksanaan Pesta Sekura Cakak Buah semakin meluas dengan sejumlah pekon menjadi tuan rumah kegiatan. Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi.
Di Kecamatan Balik Bukit, kegiatan dipusatkan di beberapa pekon, di antaranya Sukamarga, Padang Cahya, Way Empulau Ulu, Pelita Jaya Bahwai, serta Pekon Balak.
Sementara itu, di wilayah lain, perayaan juga berlangsung di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, Serungkuk di Kecamatan Belalau, serta Puramekar di Kecamatan Gedung Surian.
Penyelenggaraan di berbagai titik ini membuat suasana perayaan semakin hidup, sekaligus memberikan kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk terlibat langsung dalam tradisi Sekura.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pesta Budaya Sekura terus menjadi simbol identitas budaya Lampung Barat yang tidak hanya lestari, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. (*)
Berita Lainnya
-
Kebakaran di Kenali Berhasil Dipadamkan, Dua Rumah Ludes, Satu Terdampak
Senin, 23 Maret 2026 -
Kebakaran di Kenali Lambar, Dua Rumah Ludes Terbakar
Senin, 23 Maret 2026 -
Breaking News! Kebakaran Hebat Landa Rumah Warga Pekon Kenali, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Senin, 23 Maret 2026 -
Ribuan Peserta Ramaikan Perayaan Pesta Budaya Sekura di Lampung Barat
Minggu, 22 Maret 2026








