• Senin, 23 Maret 2026

Kerugian Kebakaran di Kenali Lambar Ditaksir Hampir Rp 1 Miliar

Senin, 23 Maret 2026 - 17.35 WIB
33

Kerugian Kebakaran di Kenali Lambar Ditaksir Hampir Rp 1 Miliar. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kerugian akibat kebakaran yang melanda Pemangku Tiga Surabaya, Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, pada Senin (23/3/2026), ditaksir hampir Rp1 miliar.

Peratin (Kepala Desa) Kenali, Adi Praja, mengungkapkan total kerugian materiil dari tiga rumah yang terdampak mencapai ratusan juta rupiah untuk masing-masing korban.

"Kerugian yang dialami cukup besar, totalnya hampir mencapai Rp1 miliar dari tiga rumah yang terdampak,” ujar Adi Praja saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2026).

Ia merinci, rumah milik Sopian bin Arsad mengalami kerusakan paling parah karena seluruh bangunan beserta isinya ludes terbakar.

"Rumah milik Sopian habis terbakar tanpa tersisa, termasuk seluruh perabotan dan barang berharga di dalamnya,” jelasnya.

Kerugian yang dialami Sopian ditaksir mencapai sekitar Rp450 juta, mengingat bangunan rumah panggung tersebut sebagian besar berbahan kayu dan mudah dilalap api.

Hal serupa juga dialami oleh Kriston Riyadi, yang rumahnya berada tepat di samping rumah Sopian. Kobaran api yang cepat merembet membuat bangunan miliknya ikut hangus tanpa bisa diselamatkan.

"Rumah milik Kriston juga terbakar habis, kerugiannya ditaksir sekitar Rp450 juta. Sementara itu, rumah milik pak Tamhudi yang berada di sisi lainnya mengalami kerusakan pada bagian dinding akibat jilatan api. Meski tidak sampai ludes, kerusakan yang dialami tetap menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi Tamhudi," kata dia.

"Untuk rumah pak Tamhudi, hanya bagian dinding yang terbakar, dengan perkiraan kerugian sekitar Rp75 juta, besarnya kerugian disebabkan oleh cepatnya penyebaran api yang dipicu material bangunan yang mudah terbakar," sambungnya.

Baca juga : Kebakaran di Kenali Lambar, Dua Rumah Ludes Terbakar

Ia menjelaskan kronologis kejadian berdasarkan keterangan para saksi di lokasi. Menurutnya, api pertama kali terlihat muncul dari bagian dapur rumah milik Sopian sekitar pukul 12.00 WIB.

"Api pertama kali diketahui berasal dari dapur rumah Sopian, kemudian dengan cepat membesar,” ungkapnya.

Dalam waktu singkat, kobaran api langsung menghanguskan bangunan rumah Sopian yang sebagian besar terbuat dari papan kayu. Api kemudian merembet ke rumah milik Kriston Riyadi yang berada di sebelah kiri, hingga membakar seluruh bangunan beserta isinya.

Tidak hanya itu, api juga menjalar ke rumah milik Tamhudi yang berada di sebelah kanan, menyebabkan kerusakan pada bagian dinding rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.

Empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kemudian dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. Proses pemadaman juga melibatkan personel Satpol PP dan Damkar, BPBD, TNI/Polri, aparat pekon, serta masyarakat setempat.

Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB dengan bantuan berbagai pihak,” kata Adi Praja.

Baca juga : Kebakaran di Kenali Berhasil Dipadamkan, Dua Rumah Ludes, Satu Terdampak

Kondisi rumah yang dalam keadaan kosong saat kejadian membuat tidak ada upaya penyelamatan barang-barang di dalam rumah.

"Karena rumah kosong, tidak ada barang yang bisa diselamatkan saat api mulai membesar,” ujarnya.

Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di bagian dapur rumah milik Sopian.

"Untuk sementara, kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari dapur rumah Sopian,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini para korban masih menghadapi kondisi sulit karena kehilangan tempat tinggal secara mendadak. Pihak pekon bersama pemerintah daerah tengah berupaya melakukan pendataan lanjutan guna menindaklanjuti bantuan bagi para korban.

"Kami sedang melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut, kami berharap adanya bantuan dari berbagai pihak untuk meringankan beban para korban kebakaran tersebut agar bisa meringankan beban saudara kita," kata dia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik di rumah.

"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu mengecek instalasi listrik untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya. (*)