• Selasa, 24 Maret 2026

Arus Balik Melonjak, ASDP Pastikan Penyeberangan Bakauheni Tetap Lancar dan Terkendali

Selasa, 24 Maret 2026 - 11.44 WIB
26

Tampak antrian kendaraan sepeda motor yang akan menaiki kapal di Pelabuhan Bakauheni. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Meski trafik penumpang dan kendaraan meningkat tajam sejak Hari H, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni tetap berjalan tertib, lancar, dan terkendali berkat kesiapan operasional serta koordinasi lintas instansi.

Pergerakan arus balik mulai terasa sejak Minggu (22/3), ditandai dengan meningkatnya jumlah penumpang pejalan kaki maupun kendaraan yang menuju Jawa. PT ASDP memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi pada Selasa (24/3) dan Rabu (25/3), seiring tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut peningkatan trafik ini menjadi indikator awal dimulainya fase arus balik. Pihaknya memastikan seluruh aspek layanan, baik operasional kapal maupun fasilitas pelabuhan, telah disiapkan secara maksimal untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak.

Di lapangan, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan operasional berjalan optimal dengan penerapan skenario pengendalian arus yang adaptif. Pelayanan penyeberangan dari Bakauheni difokuskan untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA.

Sementara itu, kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu. Adapun kendaraan logistik tertentu yang masih dalam masa pembatasan diarahkan menunggu di buffer zone dan rest area tol guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menuju pelabuhan.

ASDP juga menerapkan pengelolaan dermaga secara fleksibel melalui skema multi-dermaga untuk memastikan distribusi kendaraan dan penumpang tetap merata, sekaligus menjaga ritme bongkar muat kapal tetap stabil.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengimbau pengguna jasa agar merencanakan perjalanan lebih awal dan menghindari penumpukan pada periode puncak. Ia menegaskan bahwa seluruh tiket wajib dibeli melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan, karena tidak ada penjualan tiket secara langsung di lokasi.

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada Hari H, tercatat sebanyak 146 trip kapal beroperasi dengan total 51.751 penumpang, meningkat 30,5 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik 45,3 persen.

Kenaikan tertinggi terjadi pada sepeda motor sebanyak 5.248 unit atau melonjak 59,4 persen. Disusul kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit atau meningkat 27,9 persen. Kendaraan logistik tercatat 1.202 unit atau naik signifikan 189,6 persen, sementara bus mencapai 237 unit atau meningkat 19,7 persen.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga Hari H, total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 480.613 orang atau meningkat 5,8 persen, dengan total kendaraan sebanyak 102.031 unit atau tumbuh 11,5 persen.

Sebaliknya, arus dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada Hari H tercatat mengalami penurunan, dengan jumlah penumpang 53.594 orang atau turun 4,3 persen, serta kendaraan 13.383 unit atau turun 5,7 persen. Namun secara kumulatif, pergerakan tetap menunjukkan tren positif.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengelolaan arus balik harus dilakukan secara adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan, termasuk melalui optimalisasi kapasitas layanan serta penguatan buffer zone.

Dengan kesiapan operasional, digitalisasi layanan melalui Ferizy, serta sinergi antarinstansi, ASDP optimistis layanan penyeberangan lintas Sumatera–Jawa akan tetap aman, lancar, dan terkendali hingga puncak arus balik terlewati. (*)