• Selasa, 24 Maret 2026

Remaja 16 Tahun Hilang Terseret Ombak Pantai Batu Rame Lampung Selatan

Selasa, 24 Maret 2026 - 20.50 WIB
336

Remaja 16 Tahun Hilang Terseret Ombak Pantai Batu Rame Lampung Selatan. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Momen liburan di kawasan Pantai Batu Rame, Pantai Ketang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, berubah menjadi tragedi setelah seorang remaja berusia 16 tahun dilaporkan hilang akibat terseret ombak, Selasa (24/3/2026) sore.

‎Hingga malam hari, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan.

‎Korban diketahui bernama Safik (16), warga Dusun Jogja, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. Ia sebelumnya tengah berenang bersama enam rekannya di sekitar bibir pantai sebelum akhirnya terseret arus ke arah laut lepas.

‎Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, yang berada di lokasi bersama Kapolsek Kalianda Iptu Sulyadi, menjelaskan bahwa insiden terjadi secara tiba-tiba saat korban dan rombongan sedang berenang.

"‎Menurut keterangan saksi, awalnya ketujuh remaja tersebut bermain air seperti biasa. Namun dalam hitungan detik, korban terseret ombak yang cukup kuat hingga menjauh dari jangkauan teman-temannya," ungkapnya.

‎Upaya pertolongan sempat dilakukan, namun tidak membuahkan hasil karena kondisi arus yang kuat dan posisi korban yang semakin menjauh.

‎Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran sekitar pukul 17.40 WIB dari rekan korban yang panik setelah gagal melakukan penyelamatan mandiri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkar langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian awal di sekitar titik terakhir korban terlihat.

‎Upaya penyisiran dilakukan dengan menyusuri garis pantai serta pemantauan ke arah laut. Namun hingga Selasa malam, korban belum berhasil ditemukan.

Proses pencarian terkendala minimnya pencahayaan serta kondisi gelombang laut yang relatif kuat, sehingga operasi pada malam hari dilakukan secara terbatas.

Untuk memperkuat pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Damkar Lampung Selatan dan aparat kepolisian akan berkoordinasi dengan Basarnas.

"Rencananya operasi pencarian akan dilanjutkan secara maksimal pada Rabu pagi dengan metode penyisiran darat dan laut," terangnya.

‎Rully menyampaikan bahwa penyisiran akan dilakukan secara berkala di sepanjang Pantai Ketang, dengan interval waktu tertentu guna memperluas area pencarian berdasarkan perkiraan pergerakan arus.

‎Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi gelombang serta keselamatan saat berenang, terlebih di lokasi yang tidak dilengkapi pengawasan petugas.

‎Hingga berita ini diterbitkan, korban Safik masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. (*)