Gempa 2,5 Magnitudo Guncang Metro, BPBD Imbau Warga Waspada Gempa Susulan
Tangkapan layar informasi gempa bumi di Metro. (Ist)
Kupastuntas.co, Metro – Warga Kota Metro digegerkan oleh kabar gempa bumi berkekuatan 2,5 magnitudo yang beredar luas di media sosial pada Rabu (25/3/2026). Informasi yang pertama kali mencuat dari akun Instagram Info Gempa Dunia itu dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dalam rilis yang beredar, gempa disebut terjadi pada pukul 13.36.52 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Titik koordinat gempa berada di 5,15 lintang selatan dan 105,30 bujur timur, atau sekitar 5 kilometer di wilayah barat daya Kota Metro.
Meski tergolong kecil, kemunculan informasi tersebut cukup membuat warga waspada, terutama karena terjadi secara tiba-tiba di wilayah yang relatif jarang dilaporkan mengalami aktivitas seismik signifikan.
Penelusuran yang dilakukan Kupastuntas.co pada laman resmi BMKG wilayah Lampung menunjukkan adanya data serupa. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis resmi secara detail dari otoritas pusat terkait analisis lengkap gempa tersebut, termasuk penyebab dan potensi dampaknya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro, Renan Joko Sajarwo, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait peristiwa tersebut.
“Info sudah diterima, perkembangan sampai saat ini belum ada serta dampaknya di Kota Metro. Kalau gempanya terjadi, ini baru menunggu info dari relawan yang ada di kelurahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan yang terjadi. BPBD masih melakukan pemantauan melalui jaringan relawan dan aparat di tingkat bawah untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar aman.
Meski demikian, Renan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Potensi gempa susulan tetap harus diantisipasi, meskipun kekuatannya kecil.
“Himbauan kepada warga tetap waspada, siapa tahu ada gempa susulan. Mudah-mudahan tidak berdampak untuk masyarakat Kota Metro,” pungkasnya.
Fenomena gempa dengan magnitudo rendah seperti ini memang kerap tidak terasa secara signifikan oleh sebagian warga, namun tetap menjadi indikator adanya aktivitas geologi di bawah permukaan. Dalam konteks mitigasi bencana, kewaspadaan menjadi kunci utama, terutama di tengah minimnya informasi resmi yang cepat dan terverifikasi.
Di sisi lain, derasnya arus informasi di media sosial kembali menjadi sorotan. Kecepatan penyebaran kabar sering kali tidak diimbangi dengan validasi yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kepanikan publik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap mengacu pada sumber resmi seperti BMKG dan instansi pemerintah daerah dalam menyikapi informasi kebencanaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Di tengah dinamika alam yang sulit diprediksi, ketenangan, kewaspadaan, dan keakuratan informasi adalah fondasi utama untuk mencegah kepanikan yang tidak perlu. (*)
Berita Lainnya
-
Polisi Tangkap ART Pencuri Perhiasan Majikan di Metro
Rabu, 25 Maret 2026 -
Pemudik Keluhkan Infrastruktur Jalan di Metro Rusak
Rabu, 25 Maret 2026 -
Pastikan Keamanan Malam Takbiran, Forkopimda Metro Cek Pospam dan Posyan
Jumat, 20 Maret 2026 -
Polres Metro Amankan 18 Titik Salat Idul Fitri Muhammadiyah
Jumat, 20 Maret 2026








