Pemudik Keluhkan Infrastruktur Jalan di Metro Rusak
Sejumlah petugas gabungan saat melakukan pengamanan arus lalulintas di ruas jalan Pattimura, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara. Foto: Arby / Kupas Tuntas)
Kupastuntas.co, Metro – Memasuki H+5 arus balik Lebaran 1447 Hijriah, kondisi lalu lintas di Kota Metro terpantau ramai namun tetap lancar. Salah satu titik pantauan utama di Jalan Pattimura, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, menunjukkan pergerakan kendaraan yang stabil dari dua arah, baik menuju pusat kota maupun keluar menuju wilayah Kabupaten Lampung Tengah.
Meski arus kendaraan relatif terkendali tanpa kemacetan berarti, persoalan klasik kembali mencuat. Para pemudik mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin memprihatinkan, khususnya di ruas Jalan Pattimura yang menjadi jalur penghubung strategis antarwilayah.
Mulyadi, warga Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah yang hendak kembali ke Tangerang, mengaku sengaja memilih melakukan perjalanan balik pada H+5 dengan harapan arus lalu lintas lebih lengang.
“Memang lebih lancar, tidak ada macet. Tapi kondisi jalannya cukup mengganggu, terutama di beberapa titik yang rusak parah. Ini cukup berisiko bagi pengendara,” ujarnya saat melintasi Jalan Pattimura, Rabu (25/3/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pemudik lainnya. Mereka menilai, kondisi jalan yang berlubang dan dipenuhi material batu menjadi ancaman tersendiri, terutama bagi kendaraan roda dua dan mobil pribadi yang melintas.
Di sisi lain, para pemudik tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja aparat gabungan yang tergabung dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026. Pendekatan humanis serta kesiapsiagaan petugas dinilai berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman selama arus mudik hingga arus balik berlangsung.
Anggota regu Pospam Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Aipda Ikhsan Marga menyampaikan bahwa hingga H+5 Lebaran, arus lalu lintas di wilayah tersebut masih dalam kondisi terkendali.
“Pantauan arus lalu lintas pada 25 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, baik dari arah Kota Metro menuju Lampung Tengah maupun sebaliknya terpantau ramai lancar,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak terlalu padatnya arus balik yang melintasi Jalan Pattimura dipengaruhi oleh adanya jalur alternatif di luar Kota Metro, termasuk akses jalan di wilayah Lampung Tengah, Lampung Timur, serta keberadaan jalan tol di Lampung Tengah yang menjadi pilihan pemudik.
“Alhamdulillah sejak H-7 hingga H+5 tidak ditemukan kepadatan maupun penumpukan kendaraan di Jalan Pattimura. Termasuk di SPBU, tidak ada antrean panjang,” tambahnya.
Namun demikian, Ikhsan tidak menampik bahwa kondisi jalan rusak masih menjadi kendala utama bagi pengendara. Kerusakan paling parah berada di ruas dari arah Lampung Tengah menuju Kota Metro.
“Memang benar, hambatan terbesar itu di kondisi jalan yang rusak. Ini memperlambat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Bahkan kemarin ada kendaraan yang mengalami pecah ban akibat gesekan dengan batu di jalan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Metro, Nila Febrianti, menyampaikan bahwa selama periode arus mudik hingga arus balik tahun ini, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Metro menunjukkan tren yang sangat positif.
“Alhamdulillah dari H-7 hingga H+5 ini, untuk korban kecelakaan lalu lintas di Kota Metro nihil. Artinya tidak ada kejadian laka-lantas yang tercatat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk kasus kecelakaan tunggal memang tidak masuk dalam cakupan jaminan Jasa Raharja. Namun demikian, korban tetap dapat memperoleh layanan kesehatan melalui skema BPJS.
“Untuk laka tunggal tidak dijamin oleh Jasa Raharja, tetapi korban tetap bisa mendapatkan fasilitas perawatan melalui BPJS. Ini penting untuk dipahami masyarakat,” pungkasnya.
Fenomena arus balik yang relatif lancar di Kota Metro menjadi catatan positif bagi kinerja aparat dan pengelolaan lalu lintas tahun ini. Namun di balik kelancaran tersebut, persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Kondisi ini menegaskan bahwa kelancaran arus lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh rekayasa dan pengamanan, tetapi juga oleh kualitas infrastruktur yang memadai. Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan berpotensi menjadi ancaman laten yang dapat memicu kecelakaan di masa mendatang.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan situasional saat momentum Lebaran, tetapi juga melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas-ruas jalan strategis. Sebab bagi para pemudik, perjalanan yang aman bukan hanya soal lancar, tetapi juga soal kepastian bahwa jalan yang dilalui benar-benar layak dan tidak membahayakan. (*)
Berita Lainnya
-
Pastikan Keamanan Malam Takbiran, Forkopimda Metro Cek Pospam dan Posyan
Jumat, 20 Maret 2026 -
Polres Metro Amankan 18 Titik Salat Idul Fitri Muhammadiyah
Jumat, 20 Maret 2026 -
H-1 Lebaran Harga Sembako Melonjak, Pasar Metro Tetap Dipadati Pembeli
Kamis, 19 Maret 2026 -
THR PPPK Paruh Waktu Tetap Rp300 Ribu, Pemkot Metro Sebut Telah Sesuai Aturan
Selasa, 17 Maret 2026








