Akses Vital Hancur, Warga Mulang Maya Lampura Menjerit
Kondisi jalan di Dusun Tanjung Baru, Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, kian memprihatinkan. Minggu (29/3/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Utara - Kondisi jalan di Dusun Tanjung Baru, Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), kian memprihatinkan.
Akses vital penghubung antar kampung sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu telah rusak parah selama puluhan tahun tanpa perbaikan signifikan.
Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang besar, permukaan bergelombang, serta batu-batu yang menganga membuat aktivitas masyarakat terganggu, terlebih saat momen arus mudik Lebaran.
“Jalan ini sudah puluhan tahun rusak parah. Sudah banyak mobil dan motor terjungkal, bahkan sampai menimbulkan korban luka,” ujar Syifa, salah satu pemudik yang kerap melintasi jalur tersebut, Minggu (29/3/2026).
Ia mengaku, kondisi jalan yang ekstrem kerap membuat kendaraannya tersangkut, terutama di bagian tanjakan irigasi yang memiliki kemiringan cukup tajam.
“Kalau bisa segera diperbaiki, dibeton sekalian. Terutama di tanjakan itu, sangat berbahaya,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Tinah (60), warga setempat. Ia mengatakan, selama belasan tahun terakhir, jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan berarti, padahal menjadi satu-satunya akses utama masyarakat menuju pusat kota.
“Ini jalan satu-satunya untuk banyak kampung. Tapi kondisinya begini terus, tidak ada perubahan,” ujarnya.
Akibat kerusakan tersebut, kendaraan pengangkut hasil bumi seperti singkong dan jagung kerap mengalami kecelakaan hingga terbalik. Tak hanya itu, insiden warga terjatuh hingga mengalami luka bahkan pingsan juga sering terjadi.
Para guru dan pelajar pun terpaksa ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut. Bahkan, saat menuruni jalan yang rusak dan curam, mereka memilih turun dari kendaraan demi menghindari kecelakaan.
Ironisnya, persoalan jalan rusak ini kerap menjadi janji politik setiap musim pemilihan umum.
Para calon pemimpin menjanjikan perbaikan sebagai bagian dari kampanye, namun setelah terpilih, realisasi yang dinanti tak kunjung datang.
“Setiap Pemilu selalu dijanjikan akan diperbaiki. Tapi setelah terpilih, tidak ada juga perbaikan,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan tersebut. Mereka menegaskan, yang dibutuhkan saat ini bukan lagi janji, melainkan aksi konkret.
“Jangan cuma datang saat butuh suara. Kami butuh bukti, bukan janji. Tolong pak pejabat, kerjanya jangan tidur,” tegas warga. (*)
Berita Lainnya
-
Pelaku Otak Pemerkosaan dan Penyekapan Siswi SMP di Lampura Ditangkap di Jateng
Senin, 01 April 2024 -
Tak Kapok 4 Kali Masuk Penjara, Pencuri Motor di Lampura Kembali Ditangkap Polisi
Rabu, 27 Maret 2024 -
Hari Pertama Bertugas, Aswarodi Ingatkan Jajaran Pegawai Pemkab Lampura: Selama Kerja Baik Anda Aman
Selasa, 26 Maret 2024 -
Sah Jadi Pj Bupati Lampura, Aswarodi Fokus Persiapan Pilkada dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Senin, 25 Maret 2024








