Lebih dari 1,1 Juta Penumpang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Selama Operasi Ketupat Krakatau 2026
Tampak antrian kendaraan yang akan memasuki kapal di Pelabuhan Bakauheni. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pergerakan arus mudik dan
balik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Bakauheni menunjukkan angka signifikan.
Berdasarkan data rekapitulasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026,
total penumpang yang menyeberang tercatat mencapai 1.129.215 orang.
Dari jumlah tersebut, mayoritas didominasi oleh penumpang dalam kendaraan yang mencapai 1.043.219 orang. Sementara itu, penumpang pejalan kaki tercatat sebanyak 85.996 orang selama periode H-10 hingga H+7 Lebaran.
Lonjakan jumlah penumpang terjadi secara bertahap, terutama menjelang puncak arus mudik dan arus balik. Pada periode H-7 hingga H-3, peningkatan signifikan terlihat pada pengguna kendaraan pribadi, yang menjadi kontributor utama kepadatan di jalur penyeberangan.
Memasuki arus balik, tren pergerakan penumpang masih tinggi namun lebih terdistribusi. Pada periode H+3 hingga H+7, arus kendaraan dan penumpang tidak terpusat dalam satu hari, sehingga membantu mengurangi potensi kepadatan ekstrem di kawasan pelabuhan.
Kabag Ops Polres Lampung Selatan, Kompol Deprison, mengatakan bahwa tingginya volume penumpang tersebut masih dapat dikelola dengan baik berkat sistem pengaturan yang telah diterapkan.
“Secara umum arus mudik dan balik di Pelabuhan Bakauheni berjalan lancar dan terkendali. Hal ini tidak terlepas dari penerapan rekayasa lalu lintas, sistem buffer zone, serta pengaturan tiket yang dilakukan secara maksimal,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
“Berdasarkan data rekapitulasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, total penumpang yang menyeberang tercatat mencapai 1.129.215 orang,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, dominasi pengguna kendaraan pribadi menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan arus. Oleh karena itu, pengendalian dilakukan melalui skema bertahap untuk menjaga ritme pergerakan kendaraan tetap stabil.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus penyeberangan, terutama pada periode puncak.
“Kami bersama stakeholder terus melakukan evaluasi dan pemantauan secara real time, sehingga setiap potensi kepadatan dapat segera diantisipasi,” kata Deprison.
Data juga menunjukkan bahwa distribusi arus yang lebih merata pada masa arus balik memberikan dampak positif terhadap kelancaran operasional pelabuhan. Sistem pengelolaan yang diterapkan mampu menekan penumpukan kendaraan secara signifikan.
Dengan total pergerakan lebih dari satu juta penumpang, Polres Lampung Selatan memastikan pengamanan dan pelayanan akan terus dioptimalkan hingga akhir periode arus balik.
Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas, memastikan kesiapan perjalanan, serta menjaga keselamatan selama di perjalanan agar arus balik dapat berlangsung aman dan nyaman hingga ke tujuan. (*)
Berita Lainnya
-
Arus Balik H+6 Lebaran 2026 Mulai Melandai, Penyeberangan Bakauheni Tembus 1,1 Juta Penumpang
Minggu, 29 Maret 2026 -
Kapolri: Angka Kecelakaan Saat Mudik Turun 7,8 Persen
Sabtu, 28 Maret 2026 -
Kapolri Pantau Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Ini Pengarahannya
Sabtu, 28 Maret 2026 -
543.440 Pemudik Sudah Kembali ke Jawa, ASDP Pastikan Arus Balik Tetap Terkendali
Sabtu, 28 Maret 2026








