300 Korban Meninggal Kecelakaan Selama Lebaran 2026
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 3.517 kejadian kecelakaan lalu lintas dan 300 korban meninggal selama masa angkutan Lebaran tahun 2026.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi resmi menutup posko angkutan Lebaran 2026 pada Senin (30/3/2026). Dudy mengatakan, berdasarkan data penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 untuk periode 13 sampai 29 Maret 2026, jumlah kecelakaan dan kematian di masa angkutan Lebaran 2026 mengalami penurunan.
“Dari aspek keselamatan, jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode posko tercatat sebanyak 3.517 kejadian, menurun 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 3.754 kejadian,” kata Dudy dilansir Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Menhub juga mengatakan, jumlah korban meninggal dunia juga turun signifikan menjadi 300 orang atau berkurang 31,19 persen dari 436 orang pada tahun lalu.
"Untuk korban luka berat tercatat sebanyak 637 orang, menurun 13,80 persen dibandingkan 739 orang pada periode sebelumnya,” katanya.
Dudy menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi, baik dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional.
“Pelaksanaan ramp check, pengawasan di lapangan, serta pengendalian lalu lintas yang terintegrasi, harus terus kita perkuat,” kata Menhub.
Dudy menjelaskan, selama masa mudik dan arus balik Lebaran, jumlah orang yang melakukan perjalanan selama 17 hari mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebesar 143,92 juta orang.
Namun, jika dibandingkan dengan realisasi Angkutan Lebaran 2025, angka ini justru turun 4,57 persen dari 154,62 juta orang. Dari sisi angkutan umum, total penumpang tercatat sebanyak 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 21,23 juta penumpang.
Kenaikan terjadi di seluruh moda transportasi. Angkutan jalan melayani 3,89 juta penumpang atau naik 11,64 persen, angkutan laut 2,02 juta penumpang naik 9,86 persen, dan angkutan udara sebanyak 4,77 juta penumpang meningkat 6,97 persen.
Sementara itu, kereta api mencatat 7,31 juta penumpang atau naik 10,13 persen, dan moda penyeberangan menjadi yang tertinggi pertumbuhannya dengan 5,52 juta penumpang atau meningkat 15,36 persen.
Adapun jumlah kendaraan yang keluar dari Jabodetabek tercatat mencapai 2,96 juta unit, naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 2,85 juta kendaraan. Mayoritas kendaraan bergerak ke arah timur sebesar 51,5 persen atau sekitar 1,5 juta kendaraan, disusul arah barat 26,5 persen atau 785.000 kendaraan, dan arah selatan 22 persen atau 654.000 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jabodetabek tercatat sebanyak 2,70 juta unit, sedikit menurun 0,40 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2,72 juta kendaraan.
Distribusinya didominasi kendaraan dari arah timur sebesar 48,1 persen atau 1,30 juta kendaraan, diikuti dari arah barat 28,3 persen atau 768.000 kendaraan, serta dari arah selatan 23,5 persen atau 637.000 kendaraan. (*)
Artikel ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas, edisi Selasa 31 Maret 2026, dengan judul "300 Korban Meninggal Kecelakaan Selama Lebaran"
Berita Lainnya
-
IMM Lampung Ajak Warga Awasi Kopdes Merah Putih, Cegah Penyimpangan Sejak Dini
Selasa, 31 Maret 2026 -
Tol Bakter Berlakukan Delay System untuk Kendaraan Sumbu Tiga Menuju Pelabuhan Bakauheni
Senin, 30 Maret 2026 -
933 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Bakauheni - Terbanggi Besar Selama Mudik
Senin, 30 Maret 2026 -
Belanja Pegawai Pemprov Lampung Tembus Rp2,8 Triliun
Senin, 30 Maret 2026








