• Selasa, 31 Maret 2026

KontraS Duga Penyerangan Andrie Yunus Operasi Intelijen Sistematis

Selasa, 31 Maret 2026 - 12.03 WIB
21

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Nasional - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menduga kasus penyiraman air keras terhadap aktivisnya, Andrie Yunus, merupakan bagian dari operasi intelijen yang dilakukan secara sistematis.

Andrie mengatakan sejak awal pihaknya telah mencurigai adanya pola terorganisasi dalam peristiwa tersebut.

"Kami dari awal sudah menduga bahwa ini adalah rangkaian dari operasi intelijen," kata Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, dilansir Detikcom, Selasa (31/3/2026).

Dimas mengatakan, dari hasil investigasi awal, tim advokasi menemukan indikasi keterlibatan banyak pihak dalam aksi tersebut. Berdasarkan penelusuran rekaman CCTV serta pengumpulan alat bukti menggunakan metode intelijen terbuka, sedikitnya terdapat 16 orang yang diduga terlibat.

"Kami menemukan, dari semua rangkaian atau konstruksi atau rekonstruksi hasil penelusuran CCTV, pencarian alat bukti menggunakan sejumlah perangkat intelijen terbuka, ditemukan seenggaknya 16 orang, belum termasuk aktor intelektualnya," ujarnya.

Dimas mengungkap dugaan jumlah pelaku yang cukup banyak serta pola pergerakan yang terstruktur. Menurutnya, seluruh tindakan yang dilakukan merupakan rangkaian yang dirancang secara sistematis.

"Selain jumlah pelaku yang mungkin bisa lebih banyak ini satu rangkaian upaya tindakan sistematis yang dalam bahasa kami, kami menggunakan terminologi operasi intelijen," ujarnya.

Lebih lanjut, KontraS menemukan adanya kode khusus dalam operasi tersebut. Dalam laporan internal yang mereka susun, operasi itu disebut memiliki sandi 'Sadang'.

"Dan kemudian dalam satu reportase khusus diketahui bahwa operasi ini diberi kata sandi 'Sadang'," ujarnya.

Menurut Dimas, operasi tersebut diduga diawali dengan tahap perencanaan berupa penguntitan dan pemantauan terhadap Andrie Yunus. Aktivitas itu dilakukan oleh sejumlah orang tak dikenal yang kemudian diidentifikasi sebagai bagian dari rangkaian operasi.

"Operasi Sadang ini bermula dari tindakan perencanaan upaya penguntitan dan pemantauan yang dilakukan oleh pelaku atau pihak pihak yang kemudian kami identifikasi orang tak dikenal kepada Saudara Andrie Yunus, informasi yang diterima ada beberapa target operasi," ujarnya. (*)