Presiden Direncanakan Resmikan Kampung Nelayan Koperasi Merah Putih di Lampung Timur
Kampung nelayan koperasi merah putih di Desa Margasari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Foto: Agus/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan meresmikan Kampung Nelayan Koperasi Merah Putih di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Peresmian tersebut masih menunggu penyelesaian seluruh titik pembangunan secara nasional.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Heri Purwanto menyebutkan, secara nasional terdapat 65 kampung nelayan koperasi Merah Putih yang dibangun pemerintah. Namun, hingga kini masih ada empat titik yang belum rampung.
"Jumlahnya ada 65 kampung nelayan koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia, saat ini tinggal empat titik yang belum selesai,” kata Heri saat ditemui, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah akan melakukan peresmian secara serentak setelah seluruh pembangunan mencapai 100 persen. Dengan demikian, seluruh fasilitas dapat langsung dimanfaatkan masyarakat nelayan.
"Peresmian akan dilakukan setelah semuanya selesai 100 persen, agar bisa langsung dimanfaatkan secara optimal oleh nelayan,” ujarnya.
Heri mengatakan, dari puluhan lokasi tersebut, Kampung Nelayan Koperasi Merah Putih di Desa Margasari menjadi salah satu yang berpotensi dikunjungi Presiden Prabowo.
Menurut dia, salah satu alasan utama dipilihnya lokasi tersebut karena telah tersedia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang menjadi kebutuhan vital bagi nelayan setempat.
"Di sini sudah ada SPBN dengan bahan bakar jenis solar yang digunakan untuk keperluan nelayan di wilayah pesisir Labuhan Maringgai,” jelas Heri.
Ia menambahkan, SPBN tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 20 ribu liter solar. Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan ribuan nelayan di kawasan tersebut.
"SPBN ini melayani sekitar 4.000 nelayan yang berasal dari Desa Sukorahayu dan Margasari,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Margasari Wahyu Jaya menyambut baik pembangunan kampung nelayan tersebut, terutama keberadaan SPBN yang dinilai sangat membantu masyarakat.
"Kami sangat menyambut baik, terutama dengan adanya SPBN karena ini memang sudah lama dibutuhkan nelayan,” kata Wahyu.
Ia mengungkapkan, selama ini nelayan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi dan terpaksa membeli dari pengecer dengan harga lebih tinggi dari ketentuan pemerintah.
"Selama ini nelayan banyak membeli solar di pengecer dengan harga di atas subsidi, sehingga tidak semua menikmati subsidi,” ujarnya.
Menurut Wahyu, keberadaan SPBN menjadi solusi atas persoalan tersebut dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir Lampung Timur. (*)
Berita Lainnya
-
Perahu Terbalik, Bapak dan Anak Tewas Tenggelam di Bendungan Margatiga Lamtim
Selasa, 12 Mei 2026 -
Musim Tanam Gadu 2026, Lampung Timur Targetkan Produksi Gabah 138 Ribu Ton
Selasa, 12 Mei 2026 -
Video Penggerebekan Viral, Diduga Pelaku Penembakan Polisi Berhasil Ditangkap
Senin, 11 Mei 2026 -
Sidak DPRD Lamtim Temukan Masalah IPAL dan Bau Menyengat di Dapur SPPG Balekencono 002
Sabtu, 09 Mei 2026








