591 Orang di Lampung Terdeteksi Suspek Campak
591 Orang di Lampung Terdeteksi Suspek Campak. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mendata kasus suspek campak tercatat 591 orang dengan 52 kasus positif hingga 30 Maret 2026.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan data selama setahun pada tahun 2025 sebanyak 500 kasus suspek campak dengan 28 di antaranya positif. Kemudian pada tahun 2024, sebanyak 347 kasus campak dengan 24 kasus positif.
“Campak sering dianggap penyakit yang bisa sembuh sendiri, sehingga masyarakat menjadi abai. Padahal penyakit ini dapat menyebabkan diare berat, radang paru, radang otak, kebutaan, hingga kematian,” kata Kepala Dinkes Provinsi Lampung, Edwin Rusli, dilansir Kompas.com, Rabu (1/4/2026).
Edwin mengimbau orang tua dan masyarakat waspada terhadap gejala awal campak dan memastikan imunisasi lengkap guna mencegah penyebaran penyakit dan komplikasi serius.
Sebelumnya, Dinkes Bandar Lampung menemukan 51 kasus suspek campak pada balita yang tersebar di sejumlah puskesmas dalam rentang Januari-Maret.
"Berdasarkan data dari 31 puskesmas di Bandar Lampung, ditemukan sekitar 51 kasus suspek campak pada balita," kata Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, Senin (30/3/2026).
Muhtadi menjelaskan, seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek karena memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk memastikan positif atau tidaknya campak. Bahkan sampel pemeriksaan harus dikirim ke laboratorium rujukan di Palembang.
"Kasus-kasus ini sudah ditangani cepat oleh puskesmas, sekaligus dilakukan pemantauan dan penanganan langsung di masyarakat,” jelasnya.
Muhtadi melanjutkan, berdasarkan laporan dari rumah sakit yang ada di Bandar Lampung ditemukan 169 kasus suspek campak.
"Tetapi semuanya belum dipastikan apakah yang suspek tersebut warga Bandar Lampung atau bukan," ungkapnya.
Menurut Muhtadi, selain penanganan medis, Dinkes juga mengintensifkan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE) kepada masyarakat melalui posyandu, kader kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK.
"Masyarakat, khususnya para orang tua, diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam atau ruam," sarannya.
Selain itu, dinkes juga memastikan upaya jemput bola dilakukan bagi balita yang belum mendapatkan imunisasi campak.
"Dari data yang dihimpun, sebagian besar kasus suspek terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Ini menunjukkan bahwa imunisasi campak sangat penting. Efektivitasnya bisa mencapai 97 persen dalam mencegah penyakit,” paparnya.
Muhtadi berharap, seluruh balita di Bandar Lampung mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah utama menekan penyebaran campak. (*)
Berita Lainnya
-
Selama Tujuh Tahun, BAZNAS Lampung Catat Rekor Pengumpulan Zakat Fitrah dan Mal Tertinggi Tahun 2026
Rabu, 01 April 2026 -
Pemprov Lampung Percepat Penyediaan Lahan Sport Center untuk PON XXIII 2032
Rabu, 01 April 2026 -
Dua Mahasiswi Hilang Terseret Air Bah Saat Bermain di Sungai Wira Garden
Rabu, 01 April 2026 -
1.012.409 Kendaraan Lintasi Tol Bakter Saat Lebaran 2026, Naik 78 Persen dari Hari Biasa
Rabu, 01 April 2026








