• Rabu, 01 April 2026

Dua Mahasiswi Hilang Terseret Air Bah Saat Bermain di Sungai Wira Garden

Rabu, 01 April 2026 - 16.07 WIB
287

Dua mahasiswa Unila Fatma dan Bunga Rosana sesaat sebelum terseret arus sungai di aliran sungai kawasan wisata Wira Garden, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara, Rabu (1/4/26) siang. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dua mahasiswi dilaporkan hilang setelah terseret arus air bah saat bermain di aliran sungai kawasan wisata Wira Garden, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara, Rabu (1/4/26) siang.

Ketua Forum Rescue Relawan Lampung, Aris menyebutkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan keterangan awal di lokasi, ada empat mahasiswi dari Universitas Lampung (Unila) tengah bermain air di bebatuan sungai.

“Awalnya mereka cuma main-main di batu, becek-becekan. Tiba-tiba dari atas datang air deras seperti air bah,” ujar Aris saat dikonfirmasi.

Dari empat orang yang berada di lokasi, dua mahasiswi berhasil menyelamatkan diri dengan menepi. Sementara dua lainnya terseret arus deras dan hingga kini belum ditemukan.

Kedua korban diketahui bernama Fatma dan Bunga Rosana. Namun, identitas lengkap dalam proses pendataan karena saksi belum dapat dimintai keterangan secara rinci.

Peristiwa ini diduga terjadi akibat debit air sungai yang tiba-tiba meningkat dari hulu, yang kerap terjadi saat hujan turun di wilayah atas meskipun kondisi di lokasi terlihat normal.

Tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian. Operasi tersebut melibatkan Basarnas, BPBD Kota Bandar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran, Forum Rescue Relawan Lampung, Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri.

Petugas saat ini masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, dimulai dari titik awal kejadian di Wira Garden hingga ke wilayah Batu Putuk. Pencarian juga berpotensi diperluas ke bagian hilir apabila ditemukan petunjuk baru.

“Kita masih fokus penyisiran dari lokasi awal sampai Batu Putuk. Kalau ada tanda-tanda, pencarian akan dilanjutkan ke bawah,” katanya.

Selain melakukan pencarian, petugas juga mengimbau masyarakat dan pengunjung wisata untuk lebih waspada terhadap potensi air bah, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. (*)