• Kamis, 02 April 2026

Siti Novita Sari Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Narasumber Dokumenter FIFA–PSSI

Kamis, 02 April 2026 - 15.42 WIB
13

Siti Novita Sari, lulusan S1 Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan alumnus Universitas Teknokrat Indonesia, kampus terbaik di Lampung.

Siti Novita Sari, lulusan S1 Pendidikan Olahraga, dipercaya menjadi narasumber dalam pembuatan dokumenter program FIFA Coach Education Scholarship yang diselenggarakan oleh PSSI.

Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Tugas PSSI Nomor: 782/UDN/488/II-2026, yang menugaskan sejumlah pelatih perempuan berlisensi untuk berbagi kisah sukses dalam program dokumenter perjalanan pelatih berlisensi D hingga A.

Siti Novita Sari menjadi salah satu pelatih wanita yang terpilih dan dijadwalkan menjalankan tugas di beberapa kota, yakni Bandung, Manado, dan Lampung pada periode Maret hingga April 2026.

Dalam keterangannya, Siti Novita Sari mengungkapkan bahwa peran pelatih tidak hanya sebatas mengajarkan teknik, tetapi juga menjadi sosok motivator utama bagi para pemain.

"Pelatih harus mampu memancarkan energi positif. Ini menjadi beban sekaligus kehormatan, karena kita membentuk pola pikir tim agar selalu berprestasi, disiplin, dan pantang menyerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang kuat antara pelatih dan pemain. Menurutnya, pelatih memiliki peran sebagai mentor yang mendampingi perkembangan atlet, baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Ada kepuasan tersendiri ketika kita bisa membangun relasi yang baik dengan pemain, membantu mereka saat cedera, dan melihat mereka berkembang sebagai individu,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa profesi pelatih menuntut komitmen tinggi dan dedikasi penuh, serta kemampuan untuk terus belajar mengikuti perkembangan taktik dan aturan dalam sepak bola.

"Menjadi pelatih itu butuh komitmen dan dedikasi total. Selain itu, pengalaman melatih juga mengajarkan kesabaran dan kedewasaan, apalagi saat melatih anak usia dini,” jelasnya.

Di balik tantangan tersebut, ia mengakui adanya tekanan tinggi dalam setiap pertandingan. Namun, hal itu sebanding dengan rasa bangga ketika tim mampu meraih prestasi.

"Tekanan pasti ada, terutama saat menghadapi situasi krusial. Tapi di situlah kebanggaan muncul ketika kita bisa membawa tim mencapai hasil terbaik,” ungkapnya.

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh alumnusnya.

"Kami sangat bangga atas capaian Siti Novita Sari. Ini menjadi bukti bahwa Universitas Teknokrat Indonesia mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkontribusi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Mahathir.

Ia menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dengan dukungan dosen terbaik di Indonesia serta fasilitas modern yang relevan dengan kebutuhan industri.

"Teknokrat adalah pilihan tepat bagi generasi muda untuk meraih masa depan gemilang. Kami terus mendorong mahasiswa menjadi ‘Sang Juara’ yang disiplin, kreatif, dan inovatif,” tambahnya.

Partisipasi Siti Novita Sari dalam program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan peran perempuan dalam dunia olahraga.

Sebagai kampus terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai PTS terbaik ASEAN, sekaligus mencetak mahasiswa terbaik di Indonesia dengan dukungan dosen terbaik di Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui https://spmb.teknokrat.ac.id. (*)