• Jumat, 03 April 2026

‎Akses Ekonomi Lumpuh, Bupati Lambar Instruksikan Percepatan Perbaikan Jalan Putus di Gedung Surian

Jumat, 03 April 2026 - 10.14 WIB
17

‎Akses Ekonomi Lumpuh, Bupati Lambar Instruksikan Percepatan Perbaikan Jalan Putus di Gedung Surian. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Barat - Akses vital penghubung Kecamatan Gedung Surian menuju Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, terputus total akibat longsor yang dipicu hujan deras, memaksa pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan darurat demi menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

‎Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, turun langsung meninjau lokasi jalan putus tersebut pada Jumat (3/4/2026), guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus mempercepat langkah penanganan yang diperlukan.

‎Kerusakan jalan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Lampung Barat pada Rabu malam (1/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Debit air yang meningkat menyebabkan badan jalan ambles hingga longsor, sehingga akses tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

‎Akibatnya, jalur penghubung utama antarwilayah tersebut lumpuh total dan berdampak langsung pada mobilitas warga, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Dalam peninjauan itu, Bupati Parosil didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kominfo, serta Camat, Peratin, dan tokoh masyarakat setempat.

Untuk diketahui, ruas jalan Gedung Surian–Air Hitam merupakan jalur provinsi yang memiliki peran strategis sebagai akses utama penghubung antarwilayah sekaligus jalur penting bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

‎Salah satu warga setempat, Siswanto, mengungkapkan bahwa kerusakan yang terjadi tergolong parah hingga menyebabkan akses terputus total tanpa bisa dilalui kendaraan.

‎“Saat itu kerusakan jalan cukup parah, sehingga akses benar-benar tidak bisa dilalui. Kondisinya berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Siswanto.

Di tengah kondisi darurat, masyarakat bersama instansi terkait bergerak cepat dengan bergotong royong membangun jembatan sementara dari bambu dan batang pohon kelapa.

‎Upaya tersebut dilakukan agar mobilitas warga tetap berjalan, meskipun untuk sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan tingkat kehati-hatian tinggi.

“Sebagai upaya darurat, masyarakat bersama dinas terkait membuat jembatan sementara dari bambu dan batang kelapa agar mobilitas tetap berjalan,” jelasnya.

Ia juga berharap pemerintah segera melakukan penanganan lebih lanjut agar akses jalan tersebut dapat kembali normal dan mendukung aktivitas masyarakat secara maksimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Parosil Mabsus menegaskan bahwa penanganan darurat menjadi prioritas utama tanpa harus menunggu proses pembangunan permanen yang membutuhkan waktu lebih lama.

‎“Kita tangani ini secara darurat terlebih dahulu. Kalau menunggu pembangunan permanen tentu membutuhkan waktu yang lama,” tegas Parosil saat berada di lokasi.

‎Ia juga menginstruksikan kepada seluruh pihak terkait agar segera berkoordinasi dalam pemenuhan kebutuhan material, mulai dari paku, bambu, balok kayu hingga kawat, serta mempertimbangkan penggunaan alat berat untuk mempercepat proses penanganan.

Menurutnya, keberadaan akses jalan tersebut sangat vital, tidak hanya sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai jalur penting menuju layanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk itu, Bupati meminta BPBD, Dinas PUPR, Camat, Peratin, hingga masyarakat setempat untuk memperkuat sinergi dan gotong royong dalam menentukan langkah penanganan yang cepat dan tepat.

‎Selain fokus pada penanganan, masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur darurat, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus memantau perkembangan kondisi di lapangan guna memastikan penanganan berjalan optimal.

‎Diharapkan, melalui langkah cepat dan kolaboratif tersebut, akses jalan Gedung Surian–Air Hitam dapat segera pulih sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu dekat. (*)