• Senin, 06 April 2026

Dari 13 ke 5 Kandidat, Perebutan Kursi Rektor ITERA 2026–2030 Memanas

Senin, 06 April 2026 - 16.17 WIB
42

Ketua Panitia Penjaringan, Dr. Abdul Rajak, dalam konferensi pers di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Umum 2 ITERA, Senin (6/4/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Proses penjaringan Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) periode 2026–2030 memasuki babak krusial. Dari total 13 pendaftar, panitia resmi menetapkan 5 bakal calon yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Ketua Panitia Penjaringan, Dr. Abdul Rajak, mengungkapkan bahwa seluruh kandidat telah melalui verifikasi ketat terhadap 17 dokumen persyaratan sesuai regulasi Kementerian

“Dari 13 calon yang mendaftar, kami telah memeriksa seluruh kelengkapan dokumen. Hasilnya, ada lima orang yang dinyatakan memenuhi syarat dan lolos ke tahap berikutnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Umum 2 ITERA, Senin (6/4/2026). 

Lima kandidat yang lolos didominasi akademisi dari kampus ternama di Indonesia, yakni :

  1. Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T. (Institut Teknologi Bandung)
  2. Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si. (Institut Teknologi Bandung)
  3. Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr. (Institut Pertanian Bogor)
  4. Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU. (Universitas Sumatera Utara)
  5. Prof. Ismunandar, Ph.D. (Institut Teknologi Bandung)

Ia juga menjelaskan bahwa proses seleksi selanjutnya akan melibatkan peran besar senat kampus.

“Dari lima bakal calon ini akan disaring menjadi tiga oleh senat. Setelah itu, tiga nama tersebut akan dipilih menjadi satu rektor melalui mekanisme pemungutan suara antara senat dan kementerian,” jelasnya.

Dalam proses akhir, komposisi suara terdiri dari 65 persen dari senat dan 35 persen dari Kementerian. Adapun jumlah anggota senat ITERA sebanyak 17 orang.

Tahapan selanjutnya akan dimulai dengan sesi penyampaian aspirasi dan perkenalan secara daring pada 13 April 2026, dilanjutkan dengan pemaparan visi-misi terbuka pada 20 April.

"Kemudian penentuan tiga besar dilakukan pada 21 April melalui rapat senat tertutup, sebelum akhirnya ditetapkan satu rektor terpilih pada Mei dan dilantik pada Juni 2026," ungkapnya.

Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyebut tingginya minat kandidat menunjukkan daya tarik ITERA sebagai kampus berkembang.

“Animo pendaftar cukup tinggi. Ini menunjukkan ITERA semakin diperhitungkan,” ujarnya.

Dengan komposisi kandidat lintas kampus dan proses seleksi yang kompetitif, perebutan kursi Rektor ITERA dipastikan berlangsung ketat hingga tahap akhir.

Lantaran seluruh kandidat berasal dari luar ITERA. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal adaptasi terhadap kondisi internal kampus.

"Karena calon rektor ini dari luar kampus, maka adaptasi ke Itera ini kita akan mensuplai informasi soal perkembangan terkini kondisi di Itera kepada kandidat rektor, " jelasnya. (*)