• Kamis, 09 April 2026

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Usai Serangan Israel ke Lebanon

Kamis, 09 April 2026 - 11.08 WIB
32

Tampak asap mengepul dari wilayah di Lebanon usai dibombardir Israel ditengah Gencatan Senjata AS-Iran. Foto: New York Times

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Otoritas Iran dilaporkan telah menutup kembali Selat Hormuz pada hari Rabu (8/4/2026) waktu setempat, menyusul serangan militer Israel di Lebanon terhadap kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Penutupan itu dilaporkan media pemerintah Iran, Fars.

Dua kapal tanker berhasil melewati selat tersebut, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, menurut MarineTraffic, sebuah layanan pelacakan kapal.

Kapal milik Yunani, NJ Earth, dan kapal berbendera Liberia, Daytona Beach, berhasil melewati selat tersebut, kapal pertama yang melintasi jalur air strategis tersebut sejak gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan.

Penutupan selat tersebut terjadi bersamaan dengan serangan militer Israel di Lebanon pada hari Rabu, yang menewaskan ratusan orang.

Dilansir The Hill, Kamis (9/4/2026), ketika ditanya tentang laporan penutupan Selat Hormuz dari kantor berita Fars, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan laporan tersebut "palsu."

"Presiden telah mengetahui laporan tersebut sebelum saya naik ke podium, itu sama sekali tidak dapat diterima dan sekali lagi, ini adalah kasus di mana apa yang mereka katakan secara publik berbeda dengan apa yang mereka katakan secara pribadi," kata Leavitt kepada wartawan. "Kita telah melihat peningkatan lalu lintas di selat hari ini," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, setelah ia memperingatkan akan memerintahkan serangan dahsyat terhadap Teheran, jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz.

"Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih -- gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memiliki keduanya," tulis Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada hari Rabu di platform media sosial X.

"Dunia melihat pembantaian di Lebanon," kata Araghchi. "Bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya," cetusnya.

Leavitt mengatakan bahwa Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata AS-Iran. (*)