Pemprov Lampung Dorong Deteksi Dini TBC, Target Eliminasi Kasus di 2030
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Lampung terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC)
melalui koordinasi lintas daerah dan penguatan program di tingkat
kabupaten/kota.
Komitmen tersebut telah dimulai sejak tahun 2025 melalui penandatanganan komitmen bersama penanggulangan TBC di seluruh 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan bahwa pemerintah daerah saat ini terus melakukan langkah teknis lanjutan dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan di masing-masing kabupaten/kota.
Koordinasi tersebut dilakukan karena sebaran kasus TBC di Lampung memiliki karakteristik yang berbeda di setiap wilayah.
"Kita di 2025 sudah melaksanakan komitmen bersama untuk penanggulangan TBC di seluruh 15 kabupaten/kota. Untuk teknis selanjutnya, kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang ada di kabupaten/kota yang memang punya sebaran angka TB yang berbeda-beda," ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, sebaran kasus TBC umumnya lebih banyak ditemukan di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.
Selain itu, faktor lingkungan, kondisi sosial ekonomi, hingga akses layanan kesehatan juga mempengaruhi tingkat penyebaran penyakit tersebut.
"Biasanya sebarannya itu lebih banyak di wilayah padat penduduk dan kondisi tertentu lainnya. Karena itu, penanganannya juga berbeda-beda, treatment-nya tentu disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing," jelasnya.
Lebih lanjut, Jihan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh program nasional eliminasi TBC yang dicanangkan pemerintah pusat.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030, sebagai bagian dari komitmen global untuk mengakhiri epidemi tuberkulosis.
Dalam mendukung target tersebut, Pemprov Lampung terus mendorong penguatan deteksi dini, peningkatan layanan pengobatan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan TBC.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pelacakan kontak erat dan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.
"Pencegahan menjadi hal penting, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini apabila mengalami gejala TBC. Dengan pengobatan yang tepat dan tuntas, maka penularan dapat ditekan," kata Jihan.
Pemerintah Provinsi Lampung juga terus melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga organisasi masyarakat dalam upaya percepatan penanggulangan TBC.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk mempercepat penurunan angka kasus dan mencapai target eliminasi TBC secara bertahap.
Dengan langkah koordinasi dan penguatan program yang terus dilakukan, Pemprov Lampung optimistis upaya penanggulangan TBC di daerah dapat berjalan efektif serta selaras dengan target nasional menuju Indonesia bebas TBC pada 2030. (*)
Berita Lainnya
-
BULOG Lampung Salurkan 5.443 Ton Beras SPHP Jaga Stabilitas Harga
Minggu, 07 Juni 2026 -
Sembilan Jamaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci
Minggu, 07 Juni 2026 -
BEM FTIK Universitas Teknokrat Indonesia Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Desa Sidodadi, Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Minggu, 07 Juni 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Dipercaya Puspresnas Kemendikdasmen sebagai Mitra Pelaksana Program Bina Talenta Indonesia 2026
Minggu, 07 Juni 2026








