• Kamis, 09 April 2026

Refleksi 2025, Pelindo Panjang Bangun Komunikasi Terbuka dengan Insan Pers

Kamis, 09 April 2026 - 13.26 WIB
20

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang menggelar kegiatan silaturahmi bersama mitra media dalam rangka refleksi kinerja tahun 2025 di Bandar Lampung, Kamis (9/4/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang menggelar kegiatan silaturahmi bersama mitra media dalam rangka refleksi kinerja tahun 2025 di Bandar Lampung, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara perusahaan dan insan pers.

General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik, khususnya terkait aktivitas dan capaian perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah pimpinan dan perwakilan anak perusahaan di lingkungan Pelabuhan Panjang, di antaranya Manager Area IPJ Tunnel Anand Subagyo, perwakilan manajemen PTB Panjang Dori Setiawan, perwakilan PT Multiterminal Indonesia Eko, Kapten Untung dari SPCM, serta Amin Lutfi dari GAI.

Sebanyak 35 jurnalis dari berbagai media turut menghadiri kegiatan tersebut. Hardianto menyampaikan apresiasi atas dukungan media selama ini melalui pemberitaan yang dinilai konstruktif dan positif.

Ia menjelaskan, kegiatan silaturahmi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Pelindo dan media. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mendorong penyebaran informasi terkait aktivitas pelabuhan secara lebih luas dan berimbang kepada masyarakat.

Hardianto juga berharap media dapat terus mengangkat capaian positif serta berbagai kegiatan konstruktif yang dilakukan perusahaan. Hal ini dinilai penting dalam membangun citra sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap peran Pelindo.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas dalam pemberitaan. Jika terdapat informasi negatif, pihaknya berharap media dapat melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.

“Jika ada berita negatif, kami berharap dapat dikonfirmasi terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan benar-benar akurat,” ujar Hardianto.

Ia menambahkan, Pelindo terus mendorong terciptanya ruang dialog terbuka antara perusahaan dan insan pers. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian informasi kepada publik.

Menurutnya, masyarakat kerap mengaitkan berbagai kejadian di sekitar pelabuhan dengan Pelindo. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang tepat agar informasi yang beredar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

Dalam kesempatan tersebut, Hardianto juga menyinggung tantangan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi perusahaan. Sejumlah program mengalami penyesuaian, bahkan ada yang mengalami pengurangan anggaran hingga setengahnya.

Meski demikian, Pelindo tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan dan kinerja perusahaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempertahankan komunikasi dengan pelanggan, meskipun dalam skala yang lebih terbatas.

Selain faktor internal, ia juga mengungkapkan adanya tantangan eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan, seperti dinamika global, termasuk konflik di kawasan Teluk. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada sektor kepelabuhanan jika berlangsung dalam jangka panjang.

Untuk saat ini, Pelabuhan Panjang disebut belum merasakan dampak signifikan dari kondisi tersebut. Namun, perusahaan tetap melakukan langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan ke depan.

Melalui kegiatan ini, Pelindo berharap hubungan dengan media semakin solid dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang terjaga, perusahaan optimistis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (*)