Temukan Fasilitas Rusak dan Lingkungan Kotor, Disdikbud Metro Minta Sekolah Berbenah
Kepala Disdikbud Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana saat melakukan sidak ke sejumlah SD Negeri di wilayah kecamatan Metro Selatan. Foto: Arby/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Kondisi sejumlah sekolah dasar di
Kota Metro kembali menjadi sorotan serius. Dari hasil pantauan langsung
Kupastuntas.co bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), masih
ditemukan lingkungan sekolah yang kotor, tidak tertata, hingga bangunan yang
rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Kepala Disdikbud Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, bahkan sempat menegur langsung manajemen beberapa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Metro Selatan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), salah satunya SDN 2 Metro Selatan.
Dalam sidak tersebut, Agus tidak hanya melihat kondisi luar sekolah, tetapi juga menelusuri setiap sudut lingkungan pendidikan, mulai dari lorong hingga ruang kelas. Hasilnya cukup memprihatinkan. Sejumlah ruang belajar tampak tidak terawat, sementara beberapa plafon dilaporkan telah rusak bahkan jebol.
Ia mengungkapkan bahwa persoalan sarana dan prasarana (sarpras) menjadi temuan utama dalam sidak tersebut. Beberapa bangunan sekolah dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam.
“Iya, tadi yang dilihat pertama terkait sarpras. Ada beberapa bangunan gedung yang memang perlu dilakukan perbaikan total. Selain itu, fasilitas lain seperti toilet juga perlu segera dibenahi,” kata dia saat dikonfirmasi awak media, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, Disdikbud tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Pihaknya akan segera mencari solusi konkret, termasuk membuka peluang revitalisasi melalui pemerintah pusat.
“Kami akan coba carikan jalan keluarnya. Apakah melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau jalur lain yang memungkinkan agar perbaikan ini bisa segera dilakukan,” lanjutnya.
Tak hanya soal bangunan, Agus juga menyoroti aspek kebersihan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa ada dua titik krusial yang berpotensi menjadi sumber penyakit bagi siswa, yakni toilet dan kantin sekolah.
“Ada dua aspek utama yang bisa menimbulkan penyakit bagi anak-anak, pertama kebersihan toilet dan kedua kantin. Ini harus menjadi perhatian serius manajemen sekolah,” katanya.
Ia menilai, lingkungan sekolah yang bersih dan rapi bukan sekadar estetika, tetapi bagian dari upaya menciptakan kenyamanan dan kesehatan bagi seluruh warga sekolah, baik siswa maupun tenaga pendidik.
“Manajemen sekolah harus mampu memberikan rasa nyaman kepada peserta didik. Kebersihan dan kerapihan itu bukan pilihan, tapi kewajiban,” tegasnya lagi.
Agus juga mengakui bahwa kondisi sekolah di Metro tidak merata. Ada sekolah yang relatif bersih namun kurang tertata, sementara di sisi lain ada pula yang masih jauh dari standar kebersihan yang diharapkan.
“Ada sekolah yang cukup bersih tapi kurang rapi, dan ada juga yang harus ditingkatkan lagi kebersihannya. Ini akan menjadi fokus pembinaan kami ke depan,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Disdikbud berencana melakukan monitoring menyeluruh ke seluruh sekolah di Kota Metro dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi kondisi serupa yang luput dari perhatian.
“Kita akan lakukan monitoring ke semua sekolah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa petakan seluruh kondisi yang ada,” ungkapnya.
Ia pun menghimbau seluruh kepala sekolah agar tidak menunggu intervensi pemerintah, melainkan proaktif dalam membenahi lingkungan sekolah masing-masing.
“Kami menghimbau kepada seluruh manajemen sekolah, terutama kepala sekolah, untuk segera memperbaiki lingkungan dan menjaga kebersihan serta kerapihan,” tugasnya.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Metro Selatan, Ika Leli Irawati, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan dari Disdikbud. Ia mengungkapkan bahwa selama ini pihak sekolah telah berupaya menjaga kebersihan dengan melibatkan siswa dan guru secara bersama-sama.
“Untuk kebersihan, selama ini kami lakukan bersama-sama antara murid dan guru. Kami juga terus memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa kebersihan itu penting,” ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah juga mulai mengedukasi siswa terkait pengelolaan sampah dengan sistem pemilahan. Terkait teguran dari Disdikbud, Ika memastikan pihaknya akan melakukan pembenahan secara berkelanjutan.
“Anak-anak juga kami ajarkan untuk membuang sampah dengan cara dipisah-pisah. Ini bagian dari pendidikan karakter juga. Untuk himbauan dari kepala dinas tentu akan kami laksanakan demi kemajuan sekolah kami,” tandasnya.
Kondisi ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di Kota Metro. Di tengah upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, persoalan mendasar seperti kebersihan dan kelayakan fasilitas justru masih menjadi tantangan serius. Tanpa perbaikan yang cepat dan menyeluruh, bukan hanya kenyamanan belajar yang terganggu, tetapi juga keselamatan generasi muda yang dipertaruhkan. (*)
Berita Lainnya
-
Surat Kedua Dilayangkan, PDI-P Tagih Kepastian Penanganan Petani Korban Banjir
Kamis, 09 April 2026 -
Monitoring TKA SMP di Metro, Disdikbud Pastikan Ujian Lancar
Rabu, 08 April 2026 -
Pererat Silaturahmi, PWI Lampung Gelar Halalbihalal di Sekretariat PWI Metro
Selasa, 07 April 2026 -
Polisi Ciduk Pelaku Pencabulan Anak di Metro Barat
Selasa, 07 April 2026








