• Jumat, 10 April 2026

KM Kurnia Alami Kerusakan Mesin di Teluk Semaka, Penumpang Dievakuasi di Tengah Gelombang

Jumat, 10 April 2026 - 11.09 WIB
145

Kupastuntas.co, Tanggamus – Kapal motor (KM) Kurnia yang melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Kotaagung menuju wilayah pesisir Teluk Brak, Karang Brak, Way Asahan, Tirom, Kaurgading, Martanda, Tampang Tua, Tampang Muda, hingga Pulau Tabuan, mengalami kerusakan mesin saat berlayar di perairan Teluk Semaka, Kabupaten Tanggamus, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapal tersebut diketahui menjadi salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat pesisir. 

Dalam kondisi normal, perjalanan laut pada rute ini dapat memakan waktu hingga lima jam, di mana para penumpang umumnya hanya duduk di ruang dek kapal kayu selama pelayaran.

Namun siang itu, perjalanan yang biasanya panjang dan melelahkan berubah menjadi momen menegangkan. Mesin kapal mendadak mengalami gangguan, membuat KM Kurnia terombang-ambing di tengah laut. 

Angin yang bertiup cukup kencang disertai gelombang yang relatif besar memperparah situasi.

Penumpang kemudian dievakuasi menggunakan kapal lain, KM Sumber Rejeki. Proses pemindahan dilakukan di tengah laut dengan kondisi yang berisiko tinggi.

Wati, salah satu penumpang, mengaku sempat panik saat kapal berhenti di tengah laut. Ia menyebutkan, situasi semakin mencekam ketika gelombang mulai meninggi.

"Kami semua takut, apalagi waktu dipindahkan ke kapal lain. Kapalnya bergoyang, jadi harus sangat hati-hati,” ujar Wati.

Hal senada disampaikan Amar,  penumpang lainnya. Ia menilai proses evakuasi cukup berbahaya karena jarak antar kapal yang sangat dekat dan terus bergerak mengikuti gelombang.

“Risikonya besar, bisa saja terjepit di antara kapal atau jatuh ke laut. Apalagi angin cukup kencang saat itu,” kata Amar.

Meski demikian, evakuasi dilakukan secara bertahap hingga seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke KM Sumber Rejeki. Tidak ada laporan awal mengenai korban dalam kejadian tersebut, meski sempat menimbulkan kepanikan.

Di balik insiden ini, muncul kembali suara lama yang selama ini bergema dari wilayah pesisir. Warga menilai, ketergantungan terhadap transportasi laut yang penuh risiko perlu segera dikurangi dengan membuka akses darat yang memadai.

Kepala Pekon Tampang Muda, Hamid, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat nyata akan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan.

“Kejadian seperti ini bukan yang pertama kali dirasakan masyarakat. Kami sangat berharap pemerintah daerah segera melanjutkan pembukaan badan jalan Way Nipah–Tampang Muda. Ini kebutuhan mendesak,” ujar Hamid.

Desakan serupa juga disampaikan warga yang menginginkan perhatian serius dari Mohammad Saleh Asnawi sebagai Bupati Tanggamus, agar proyek tersebut tidak lagi tertunda.

Menurut warga, akses jalan darat akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko perjalanan laut yang tidak hanya memakan waktu hingga lima jam, tetapi juga rawan terhadap cuaca buruk dan gangguan teknis kapal.

Hingga kini, belum diperoleh keterangan resmi terkait jumlah penumpang maupun penyebab pasti kerusakan mesin KM Kurnia.

Peristiwa di Teluk Semaka ini kembali menegaskan bahwa bagi masyarakat pesisir Tanggamus, transportasi bukan sekadar soal mobilitas, melainkan juga menyangkut keselamatan dan kepastian hidup. 

Pembangunan infrastruktur darat pun kini tak lagi sekadar wacana, melainkan harapan yang kian mendesak untuk segera diwujudkan. (*)