• Jumat, 10 April 2026

Pembangunan Tol Lematang - Pelabuhan Panjang Masih Tunggu Kementerian PU

Jumat, 10 April 2026 - 13.14 WIB
30

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung M. Taufiqullah saat dimintai keterangan, Jum'at (10/4/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Rencana pembangunan Jalan Tol Lematang - Pelabuhan Panjang hingga kini masih menunggu perkembangan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Pemerintah Provinsi Lampung menyebut belum menerima permohonan resmi terkait penetapan lokasi (penlok) yang menjadi tahap awal dimulai nya pembangunan tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan hingga saat ini belum ada update terbaru terkait rencana pembangunan tol tersebut.

"Untuk rencana pembangunan jalan tol Lematang - Pelabuhan Panjang belum ada update. Nanti akan kita coba tanyakan kembali karena ini langsung di kementerian PU," katanya saat dimintai keterangan, Jum'at (10/4/2026).

Ia menjelaskan, meskipun sebelumnya sempat disampaikan pembangunan akan dimulai tahun ini, namun prosesnya belum memungkinkan untuk langsung masuk tahap konstruksi.

Tahapan awal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah pengadaan lahan.

"Kalau pembangunannya sih pasti belum. Yang pertama itu pengadaan tanah. Tidak mungkin langsung pembangunan tanpa pembebasan lahan," jelasnya.

Menurutnya, proses pembebasan lahan harus diawali dengan penetapan lokasi oleh Gubernur Lampung. Namun hingga kini, permohonan penetapan lokasi dari pemerintah pusat juga belum diterima oleh pemerintah provinsi.

"Pembebasan lahan itu perlu penetapan lokasi dari Pak Gubernur. Nah, permohonan penetapan lokasi dari pusat saja belum sampai," ujarnya.

Taufiqullah juga mengungkapkan, rencana pembangunan jalan tol tersebut akan terbagi dalam dua segmen.

Segmen pertama dari Lematang menuju Jalan Bypass, dan segmen kedua dari Bypass menuju Pelabuhan Panjang.

Ia memastikan pembangunan tersebut juga akan berdampak pada sejumlah permukiman warga di sepanjang trase yang direncanakan.

"Rutenya dari Lematang nanti ada dua segmen, Lematang ke Bypass dan Bypass ke Pelabuhan Panjang. Akan ada pemukiman warga juga yang terdampak," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan pembangunan Jalan Tol Lematang - Pelabuhan Panjang ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026.  Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,11 triliun.

Menurut Gubernur, pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas kawasan industri menuju Pelabuhan Panjang, sehingga dapat meningkatkan efisiensi distribusi logistik di wilayah Lampung dan Sumatera bagian selatan.

Ia juga menilai Pelabuhan Panjang memiliki potensi besar sebagai pintu utama distribusi logistik di wilayah Sumatera bagian selatan. Bahkan, pelabuhan tersebut dinilai sebagai salah satu pelabuhan terbaik dibandingkan daerah sekitar.

Pembangunan Jalan Tol Lematang - Pelabuhan Panjang direncanakan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pembangunan jalan sebidang (at grade) sepanjang 6,76 kilometer, sementara tahap kedua berupa jalan layang (elevated) sepanjang 4,92 kilometer. (*)