• Jumat, 10 April 2026

Yusnadi Tekankan Pembangunan Jalan Jabung–Labuhan Maringgai Harus Sesuai Spesifikasi Teknis

Jumat, 10 April 2026 - 14.46 WIB
26

Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung, Yusnadi saat menghadiri pembangunan ruas jalan strategis Jabung–Labuhan Maringgai yang ditandai dengan kegiatan groundbreaking. Foto: Ist

‎‎Kupastuntas.co, Lampung Timur - Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, turun langsung mengawal dimulainya pembangunan ruas jalan strategis Jabung–Labuhan Maringgai yang ditandai dengan kegiatan groundbreaking, Jumat (10/04/2026).

‎‎Proyek jalan sepanjang 6,2 kilometer ini dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) dengan nilai anggaran mencapai Rp38,5 miliar. Pembangunan ini menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di tahun 2026, khususnya di wilayah Lampung Timur.

‎‎Tak hanya sekadar seremoni, kehadiran Yusnadi sekaligus menjadi penegasan bahwa proyek ini harus berjalan sesuai aturan. Ia mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan tidak menyimpang dari spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

‎”Pembangunan ini harus benar-benar mengacu pada spesifikasi. Jangan sampai ada pengurangan volume maupun kualitas pekerjaan,” tegas Yusnadi.

‎‎Ruas Jabung–Labuhan Maringgai sendiri merupakan satu dari empat paket pekerjaan jalan provinsi di Lampung Timur yang akan digarap tahun ini. Proyek ini menjadi titik awal dari rangkaian pembangunan infrastruktur jalan lainnya di wilayah tersebut.

‎‎Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Ketua DPRD Provinsi Lampung, A. Giri, bersama sejumlah pejabat terkait lainnya, menandakan pentingnya proyek ini bagi pemerintah daerah.

‎‎Sementara itu, Kepala Dinas BMBK menjelaskan bahwa kualitas jalan yang dibangun sangat bergantung pada kesesuaian spesifikasi teknis. Jika dikerjakan dengan benar dan didukung pemeliharaan yang optimal, jalan tersebut diproyeksikan mampu bertahan hingga 10 tahun. Namun, daya tahan itu juga dipengaruhi oleh tonase kendaraan yang melintas, yang idealnya tidak melebihi 8 ton.

‎‎Diketahui, pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan bagian dari skema pembiayaan melalui pinjaman Pemerintah Provinsi Lampung dengan total nilai mencapai Rp1 triliun.

‎‎Yusnadi pun berharap, proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan jalan yang layak akan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar distribusi hasil pertanian.

‎Dengan infrastruktur yang baik, distribusi hasil pertanian akan lebih lancar. Ini tentu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, khususnya para petani,” tutupnya. (*)