Hadapi Musim Kemarau, Perumda Way Rilau Siapkan Strategi Jaga Pasokan Air untuk 59 Ribu Pelanggan
Kabag Humas Perumda Way Rilau, Gunawan, Senin (13/4/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Perumda Air Minum Way Rilau Kota Bandar Lampung menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air bersih menghadapi musim kemarau tahun 2026.
Upaya ini dilakukan guna memastikan pelayanan tetap optimal bagi seluruh pelanggan, yang saat ini tercatat mencapai 59.159 sambungan di berbagai wilayah kota.
Kabag Humas Perumda Way Rilau, Gunawan menyampaikan, salah satu fokus utama adalah menjaga kehandalan sistem produksi dan distribusi air, termasuk seluruh peralatan pendukung, baik yang bersumber dari air permukaan seperti sungai dan mata air, maupun dari air tanah melalui sumur bor.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengerukan sedimentasi pada bendungan intake sebagai langkah antisipasi agar aliran air baku tetap lancar meskipun terjadi penurunan debit saat kemarau.
"Pemeliharaan infrastruktur menjadi prioritas kami, mulai dari mesin produksi hingga jaringan distribusi. Ini penting agar pasokan air tetap stabil meskipun kondisi sumber air menurun,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).
Dalam hal pelayanan kata Gunawan, Perumda memastikan distribusi air kepada pelanggan tetap berjalan rutin seperti biasa, dengan penyesuaian pengaturan jam alir di beberapa wilayah yang terdampak penurunan debit air.
Untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak, Perumda juga telah menyiapkan armada mobil tangki air.
"Distribusi air bersih akan dilakukan tidak hanya kepada pelanggan, tetapi juga masyarakat non-pelanggan yang terdampak kekeringan, " kata dia.
Dalam pelaksanaannya, Perumda Way Rilau turut bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memperluas jangkauan distribusi air bersih selama musim kemarau.
Dari sisi sumber air baku, wilayah kerja sama KPBU yang melayani sekitar 24.000 pelanggan mengambil pasokan dari Sungai Way Sekampung di Tegineneng.
"Hingga saat ini, kondisi sumber air tersebut dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama musim kemarau, " jelas Gunawan.
Sementara itu, untuk wilayah eksisting yang melayani sekitar 28.000 pelanggan, sumber air baku berasal dari Sungai Way Kuripan, Way Betung, dan Way Jernih. Pada musim kemarau, debit air di wilayah ini diperkirakan mengalami penurunan hingga 20 persen.
Sedangkan untuk pelanggan yang mengandalkan sumber mata air seperti Tanjung Aman dan Batu Putih, yang melayani sekitar 7.159 pelanggan, relatif tidak terlalu terdampak oleh kondisi kemarau.
Pihak Perumda juga menyebutkan, kehadiran skema KPBU bersama pihak ketiga dinilai cukup membantu dalam menjamin ketersediaan air, terutama di wilayah yang sebelumnya belum terlayani secara maksimal.
"Ketersediaan air untuk wilayah KPBU berdasarkan informasi dari pihak ketiga relatif stabil dan mencukupi, baik untuk saat ini maupun ke depan,” jelasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Program Rahabilitasi Mangrove PLN UID Lampung Sabet Peringkat Platinum Nusantara CSR Awards 2026
Senin, 13 April 2026 -
Gubernur Mirza Lantik Dewan Pendidikan Lampung 2025 - 2030, Dorong Percepatan Peningkatan IPM dan Tekan Anak Tidak Sekolah
Senin, 13 April 2026 -
Dukung Program 3 Juta Rumah, Lampung Usulkan Pembangunan Baru 22.189 Unit
Senin, 13 April 2026 -
Mensos Ungkap Bansos Triwulan 2 Cair Paling Lambat Akhir Bulan
Senin, 13 April 2026








