• Senin, 13 April 2026

Tujuh Insiden Kebakaran Terjadi di Lampung Barat, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Senin, 13 April 2026 - 13.20 WIB
29

Tujuh Insiden Kebakaran Terjadi di Lampung Barat. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Sejumlah peristiwa kebakaran terjadi di Lampung Barat sepanjang Januari hingga April 2026. Berdasarkan data dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), sedikitnya tujuh kejadian kebakaran tercatat, dengan objek yang didominasi rumah warga serta usaha kecil di sejumlah pekon (desa).

Kepala Satpol PP dan Damkar Lampung Barat, Domi Nofalisa Utama, mengatakan mayoritas kebakaran disebabkan oleh faktor kelistrikan.

Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama dari instalasi listrik yang tidak memenuhi standar.

Peristiwa pertama terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, di Pekon Cipta Mulya, Kecamatan Kebun Tebu. Sebuah rumah milik warga dilaporkan terbakar akibat dugaan korsleting listrik. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Peristiwa kedua terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, di Pemangku 4, Pekon Canggu, Kecamatan Batu Brak. Kebakaran menghanguskan rumah milik warga dengan nilai kerugian yang cukup besar, yakni sekitar Rp1 miliar, menjadikannya salah satu kejadian dengan dampak kerugian tertinggi dalam periode ini.

Memasuki bulan Maret, kebakaran kembali terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026, di Pemangku Negeri Ratu, Pekon Buay Nyurupa, Kecamatan Sukau.

Kebakaran dipicu oleh kebocoran kompor gas dan menyebabkan kerugian sekitar Rp10 juta. Beruntung, api cepat dipadamkan sehingga tidak meluas.

Kebakaran berskala besar kembali terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau.

Api melalap beberapa rumah warga sekaligus, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp975 juta. Penanganan melibatkan sejumlah unit pemadam dari berbagai kecamatan.

Selanjutnya, pada Jumat, 27 Maret 2026, kebakaran terjadi di Pekon Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu. Sebuah rumah warga terbakar akibat dugaan korsleting listrik, dengan estimasi kerugian mencapai Rp300 juta.

Tidak hanya permukiman, kebakaran juga menimpa sektor usaha kecil masyarakat. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, sebuah gerobak bakso milik warga terbakar di Pekon Simpang Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada Kamis, 9 April 2026, di lokasi yang sama, yakni Pekon Simpang Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong.

Gerobak bakso milik warga kembali terbakar, menunjukkan adanya potensi risiko berulang pada usaha kecil berbasis peralatan masak sederhana.

Domi menjelaskan bahwa dalam setiap kejadian, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Waktu tanggap yang singkat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran.

“Kami selalu berupaya merespons setiap laporan dengan cepat agar api tidak meluas dan kerugian bisa ditekan seminimal mungkin,” ujar Domi saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat lebih memperhatikan aspek keselamatan, khususnya pada instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan penggunaan peralatan rumah tangga sesuai standar keamanan,” tambahnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya menekan angka kejadian kebakaran di wilayah Lampung Barat yang sebagian besar masih didominasi kawasan permukiman.

“Pencegahan jauh lebih penting. Kami berharap masyarakat lebih waspada dan peduli terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Satpol PP dan Damkar Lampung Barat terus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat pekon guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan kebakaran.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kejadian serupa serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. (*)