• Selasa, 14 April 2026

31 Tahun Mengabdi, Ismet Inoni Tinggalkan Jejak di Birokrasi Lampung Barat

Selasa, 14 April 2026 - 14.15 WIB
34

Pelepasan purna tugas Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Ismet Inoni di Hotel Kadaka, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (14/4/2026). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Lampung Barat memasuki fase regenerasi birokrasi seiring purna tugas Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Ismet Inoni, setelah lebih dari tiga dekade mengabdi.

Kepergian salah satu pejabat senior ini menjadi penanda berakhirnya satu generasi aparatur yang turut membentuk wajah pelayanan publik di daerah tersebut.

Ismet Inoni resmi memasuki masa purna tugas terhitung sejak 1 April 2026, setelah mengabdi selama 31 tahun 3 bulan. Selama kurun waktu tersebut, ia terlibat dalam berbagai dinamika pemerintahan, mulai dari tantangan birokrasi hingga upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pelepasan purna tugas dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Kadaka, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (14/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Nukman serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Namun lebih dari sekadar seremoni, momentum ini menjadi refleksi atas panjangnya perjalanan pengabdian seorang aparatur sipil negara dalam menjaga stabilitas dan kinerja pemerintahan daerah.

Dalam sambutannya, Mad Hasnurin menegaskan bahwa purna tugas bukan hanya akhir dari masa jabatan, tetapi juga titik penting dalam proses regenerasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Ia menyebut, sosok Ismet Inoni selama ini dikenal sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi serta komitmen kuat dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, khususnya di bidang administrasi umum.

“Bapak Ismet Inoni telah memberikan kontribusi nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dengan pengalaman dan keteladanan yang dimiliki, beliau tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga menjadi panutan bagi rekan kerja dan generasi penerus,” ujar Mad Hasnurin.

Menurutnya, perjalanan panjang tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan yang dihadapi, baik dalam dinamika birokrasi maupun tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.

Ia menilai, jejak pengabdian yang ditinggalkan Ismet menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kinerja aparatur di Lampung Barat yang lebih profesional dan berintegritas.

“Dedikasi beliau tentu tidak sedikit, dan itu menjadi sesuatu yang patut kita hargai serta teladani bersama,” tambahnya.

Mad Hasnurin juga berharap nilai-nilai kerja keras, loyalitas, dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan dapat terus diwariskan kepada generasi aparatur berikutnya. Ia menekankan bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan awal dari peran baru di tengah masyarakat dan lingkungan keluarga.

“Memasuki masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru. Kami berharap beliau senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan,” ujarnya.

Atas nama pemerintah daerah, Mad Hasnurin turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun.

Sementara itu, Ismet Inoni dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan perpisahan sekaligus refleksi atas perjalanan panjangnya sebagai aparatur sipil negara.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

“Saya mohon pamit dan mohon maaf atas segala khilaf selama bertugas. Mari terus kita jaga kekompakan untuk membangun Lampung Barat,” ucap Ismet.

Ia juga menegaskan bahwa masa purna tugas yang dijalaninya saat ini merupakan bagian dari siklus pengabdian yang harus dilalui setiap aparatur. “Terima kasih atas kesempatan ini. Terhitung 1 April 2026 saya memasuki purna tugas dengan pengabdian selama 31 tahun 3 bulan,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya masa tugas Ismet Inoni, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dihadapkan pada tantangan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan birokrasi, sekaligus menjaga kesinambungan kinerja pelayanan publik yang telah dibangun selama ini. (*)