• Selasa, 14 April 2026

Hampir 4.000 Siswa Lampung Lolos SNBP 2026, Disdik Soroti Strategi Sekolah

Selasa, 14 April 2026 - 15.10 WIB
32

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, saat dimintai keterangan, Selasa (14/4/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Jumlah siswa asal Lampung yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBP tahun ini mencapai 3.949 orang, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 3.652 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan bahwa data tersebut berasal dari SMA dan SMK Negeri di Lampung.

Ia menilai jumlah tersebut masih berpotensi bertambah jika data dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama turut digabungkan.

"Data yang kami laporkan ini baru dari SMA dan SMK Negeri. Kalau digabung dengan MAN, tentu angkanya akan lebih besar karena itu juga siswa Lampung. Ke depan kita akan sinkronkan dengan Kementerian Agama agar datanya lebih komprehensif," kata dia saat dimintai keterangan, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut juga terlihat pada sejumlah perguruan tinggi negeri di Lampung. Di Universitas Lampung, jumlah siswa yang diterima melalui SNBP meningkat dari 1.778 siswa menjadi 2.241 siswa tahun ini.

Sementara itu, di Institut Teknologi Sumatera (Itera), jumlah penerimaan meningkat dari 556 siswa menjadi 764 siswa. Begitu juga di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang mengalami kenaikan dari 265 siswa menjadi 383 siswa.

"Secara keseluruhan, universitas di Lampung mengalami peningkatan signifikan. Artinya ada lompatan yang cukup baik," ujarnya.

Thomas berharap peningkatan tersebut berdampak pada naiknya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Lampung, termasuk pada hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) ke depan. Saat ini, posisi Lampung masih berada di peringkat 35 dari 38 provinsi.

"Kita berharap dari peringkat 35 bisa naik minimal di atas 30. Ini menjadi target kita agar capaian pendidikan tinggi di Lampung semakin meningkat," jelasnya.

Selain itu, Thomas juga menyoroti capaian beberapa sekolah yang mengalami peningkatan signifikan. Salah satunya SMA Negeri 7 yang naik dari 70 siswa menjadi 105 siswa yang diterima melalui SNBP. Namun, terdapat pula enam sekolah yang mengalami penurunan.

Ia mencontohkan SMA Negeri 10 yang turun dari 105 siswa menjadi 54 siswa. Menurutnya, penurunan tersebut bukan karena kualitas siswa yang menurun, melainkan strategi pemilihan jurusan yang kurang tepat.

"Bukan karena siswa tidak pintar, tapi rasionalisasi jurusan yang kurang maksimal. Misalnya siswa dengan nilai tertentu dipaksakan memilih Kedokteran, padahal peluangnya lebih besar di Farmasi atau fakultas lain," jelasnya.

Thomas menegaskan bahwa peran sekolah dalam memberikan pendampingan dan rasionalisasi pemilihan jurusan sangat penting. Sekolah yang berhasil meningkatkan jumlah kelulusan umumnya aktif mengarahkan siswa memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan peluang.

"Sekolah yang berhasil biasanya memberi arahan realistis kepada siswa. Jangan sampai ekspektasi terlalu tinggi, tapi nilai tidak mendukung. Ini yang perlu dipahami juga oleh orang tua dan siswa ke depan," pungkasnya. (*)