• Selasa, 14 April 2026

Kodam XXI/Radin Inten Kebut Pembangunan 28 Jembatan di Lampung dan Bengkulu

Selasa, 14 April 2026 - 19.16 WIB
22

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kodam XXI/Radin Inten terus menggenjot pembangunan 28 jembatan perintis di wilayah Lampung dan Bengkulu sebagai upaya mempercepat konektivitas antarwilayah.

Pembangunan infrastruktur tersebut berjalan beriringan dengan penyebaran satuan teritorial TNI di sejumlah daerah, meski fasilitas markas dan asrama prajurit di beberapa lokasi masih dalam tahap penyelesaian.

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, mengatakan sejak April 2026, sebanyak 28 jembatan mulai dibangun dengan target penyelesaian selama 35 hari kerja.

Salah satu proyek yang kini berjalan berada di Way Marem, Kali Pasir, Lampung Timur. Sebelumnya, sejumlah jembatan juga telah diresmikan, di antaranya di Desa Kelumbayan, Tanggamus dan Sukoharjo 4, Pringsewu.

Menurutnya, pembangunan jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses masyarakat, terutama di wilayah terpencil.

“Jembatan ini untuk membuka akses masyarakat agar mobilitas lebih mudah,” kata Kristomei dalam keterangannya Selasa (14/4/26).

Dengan adanya jembatan tersebut, warga tidak lagi harus menempuh jalur memutar hingga sekitar 30 menit. Akses pelajar, petani hingga distribusi barang pun diharapkan menjadi lebih lancar.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Kodam XXI/Radin Inten juga telah menyebarkan satuan teritorial di berbagai wilayah Lampung dan Bengkulu.

Di Lampung, penempatan prajurit dilakukan di Seputih Mataram (Lampung Tengah), Way Tuba (Way Kanan), Labuhan Ratu dan Braja Sakti (Lampung Timur), serta Pandu dan Baron Sakti (Tanggamus).

Sementara di Pesisir Barat, prajurit ditempatkan di Ngambur dan Rajabasa Sakti. Markas brigade juga telah berdiri di Kotabumi, Lampung Utara.

Untuk wilayah Bengkulu, penyebaran satuan dilakukan di Seluma dan Bengkulu Utara.

Namun demikian, Kristomei mengakui pembangunan markas permanen dan asrama prajurit belum sepenuhnya rampung.

Di Way Tuba, Way Kanan, pembangunan kantor telah mencapai 100 persen, tetapi fasilitas perumahan prajurit masih dalam proses.

Di beberapa wilayah lain, prajurit bahkan masih menempati fasilitas sementara. Seperti di Lampung Timur yang berada di Desa Rajabasa Lama, serta di Tanggamus yang menempati fasilitas di Kota Agung.

“Kami berharap pembangunan markas dan asrama dapat segera diselesaikan agar prajurit memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan tersebut, prajurit tetap menjalankan tugasnya. Mereka dituntut menjaga kesiapan fisik dan profesionalitas sebagai pasukan infanteri dan teritorial.

Selain menjaga keamanan, prajurit juga dilibatkan dalam mendukung ketahanan pangan serta membantu kepolisian dan pemerintah daerah, termasuk melakukan patroli untuk mencegah kejahatan jalanan seperti begal dan perampokan.

“Prajurit harus selalu hadir di tengah masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah,” tegasnya.

Program pembangunan jembatan perintis ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. (*)