Banjir Terjang Permukiman, Tanggul Jebol Renggut Nyawa Warga Bandar Lampung
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat ke lokasi untuk meninjau kondisi warga terdampak banjir. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak sore hingga malam hari pada Selasa (14/4/2026), menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.
Peristiwa tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menelan korban jiwa. Seorang warga bernama Dewi Melani (34), warga RT 06, Lingkungan 1, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang.
Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto, menjelaskan bahwa saat kejadian korban tengah membersihkan rumahnya yang berada di tepi sungai.
“Korban sedang bersih-bersih di lantai satu. Rumahnya memang dua lantai, namun berada di pinggir sungai. Tiba-tiba tanggul di depan rumah jebol, air masuk dengan cepat dan korban terjebak di lantai satu, belum sempat menyelamatkan diri ke lantai dua,” jelasnya.
Evakuasi yang dilakukan pada pukul 22.21 WIB di Jalan Pendawa II, Lingkungan II, Kelurahan Garuntang, korban diduga terjebak banjir setelah talud atau tanggul di sekitar rumahnya roboh akibat derasnya hujan.
"Korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong, " katanya.
Selain di wilayah Bumi Waras, banjir juga merendam sejumlah kawasan lain di Kota Bandar Lampung, di antaranya Kecamatan Way Halim, Tanjung Senang, Kedaton, hingga Kaliawi.
Pasca kejadian, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi warga terdampak. Ia juga mengunjungi rumah duka korban sebagai bentuk empati kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pemantauan turut dilakukan di beberapa titik, salah satunya di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjungkarang Pusat. Pemerintah Kota Bandar Lampung menurunkan Satuan Tugas (Satgas) untuk membantu warga, termasuk memulihkan aliran listrik yang sempat padam.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dikerahkan untuk melakukan penanganan di lapangan. Petugas melakukan pengerukan sedimentasi di gorong-gorong serta menggunakan alat penyedot air guna mempercepat surutnya genangan.
Hingga kini, pemerintah setempat masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak dan terus berupaya memastikan kondisi di lokasi banjir berangsur membaik. (*)
Berita Lainnya
-
Pemerintah Larang Wisata Gajah Tunggang
Rabu, 15 April 2026 -
Dorong Pariwisata, Gubernur Mirza Tinjau Pelebaran Jalan RE Martadinata - Padang Cermin
Rabu, 15 April 2026 -
Dugaan Kelalaian Medis, LBH Bandar Lampung Somasi RSIA Puri Betik Hati dan Desak Investigasi
Rabu, 15 April 2026 -
Banjir Rendam 34 Titik di Bandar Lampung, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Masih Berlanjut
Rabu, 15 April 2026








