Mobil Rombongan Gubernur Lampung Terjebak Jalan Rusak Menuju Wisata Gigi Hiu
Kondisi mobil saat terperosok usai mengikuti kegiatan Gubernur Lampung di wisata Gigi Hiu, Rabu (15/4/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela melakukan peninjauan sejumlah ruas jalan
strategis mulai dari Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran hingga Kabupaten
Tanggamus, Rabu (15/4/2025).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan
infrastruktur yang mendukung akses wisata dan konektivitas antarwilayah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pesawaran Nanda Indira, Wakil
Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto
serta sejumlah pejabat terkait.
Peninjauan diawali dengan melihat rencana pelebaran jalan menuju standar
pada ruas R.E. Martadinata di Kota Bandar Lampung. Ruas ini menjadi salah satu
akses penting menuju kawasan wisata di wilayah Pesawaran dan Tanggamus.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan untuk meninjau progres perbaikan
ruas Padang Cermin - Simpang Teluk Kiluan di Kabupaten Tanggamus yang
dikerjakan oleh BPJN melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD).
Selanjutnya, rombongan meninjau ruas Kiluan - SP Umbar hingga menuju
kawasan wisata Pantai Gigi Hiu. Namun perjalanan menuju Pantai Gigi Hiu tidak
mudah terlebih disaat menuju perjalanan pulang.
Jalan tanah yang licin dan berat membuat rombongan kesulitan melintas.
Bahkan, satu unit mobil Pajero yang digunakan rombongan sempat terperosok dan
harus ditarik menggunakan kendaraan lain.
Kondisi ini memperlihatkan secara langsung beratnya akses menuju salah satu
destinasi wisata unggulan di Lampung tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung M. Taufiqullah
mengatakan, pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata tersebut akan
dilakukan secara bertahap.
"Aksesnya tadi kita sama-sama tahu, lumayan berat. Dan ini secara
bertahap akan kita bangun. Kalau dari Kiluan Umbar ke Umbar Putih Doh, kita
kira-kira butuh sekitar Rp127 miliar lagi supaya tersambung," ujar
Taufiqullah.
Ia menjelaskan, jika jalur tersebut tersambung, maka akan terbuka akses
baru dari Bandar Lampung menuju Kota Agung Kabupaten Tanggamus melalui jalur
pesisir sepanjang sekitar 148 kilometer.
"Jadi kita bisa dari Bandar Lampung lewat Kota Agung lewat sini.
Tinggal itu lagi, PR kita sekitar Rp126 miliar lagi untuk
menyelesaikannya," jelasnya.
Tahun ini, lanjutnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25
miliar untuk ruas Kiluan Umbar dan Rp25 miliar lainnya untuk ruas Umbar Putih
Doh.
Menurut Taufiqullah, selama Indonesia merdeka, akses tersebut belum pernah
tersentuh pembangunan aspal. Jalan yang ada selama ini hanya berupa jalan tanah
yang diperkeras secara sederhana.
"Selama Indonesia merdeka memang belum pernah tersentuh aspal. Baru
dibuka lalu diberi base supaya bisa dilewati. Tahun ini alhamdulillah kita
perkeras dengan rigid," katanya.
Adapun panjang ruas Kiluan Umbar mencapai 6,6 kilometer, sementara ruas
Umbar Putih Doh sepanjang 5,8 kilometer. Dengan demikian, total ruas yang akan
ditangani mencapai sekitar 12 kilometer.
Pembangunan jalur ini diharapkan mampu membuka akses wisata baru serta
mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Tanggamus. (*)
Berita Lainnya
-
Evakuasi Banjir Berujung Petaka, Petugas BPBD Bandar Lampung Kehilangan Tiga Jari
Rabu, 15 April 2026 -
RSUDAM Perkuat Transformasi Layanan Publik Demi Dukung Visi Indonesia Emas 2045
Rabu, 15 April 2026 -
Dr. Donald Sihotang: Bhabinkamtibmas Harus Mampu Menulis, Mendokumentasikan, dan Mempublikasikan Kinerja
Rabu, 15 April 2026 -
Dirbinmas Polda Lampung Gelar Bimtek Operator Bhabinkamtibmas, Perkuat Kapasitas Polri di Era Digital
Rabu, 15 April 2026








