• Kamis, 16 April 2026

Mobil Rombongan Gubernur Lampung Terjebak Jalan Rusak Menuju Wisata Gigi Hiu

Rabu, 15 April 2026 - 21.36 WIB
35

Kondisi mobil saat terperosok usai mengikuti kegiatan Gubernur Lampung di wisata Gigi Hiu, Rabu (15/4/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela melakukan peninjauan sejumlah ruas jalan strategis mulai dari Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran hingga Kabupaten Tanggamus, Rabu (15/4/2025).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung akses wisata dan konektivitas antarwilayah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pesawaran Nanda Indira, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto serta sejumlah pejabat terkait.

Peninjauan diawali dengan melihat rencana pelebaran jalan menuju standar pada ruas R.E. Martadinata di Kota Bandar Lampung. Ruas ini menjadi salah satu akses penting menuju kawasan wisata di wilayah Pesawaran dan Tanggamus.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan untuk meninjau progres perbaikan ruas Padang Cermin - Simpang Teluk Kiluan di Kabupaten Tanggamus yang dikerjakan oleh BPJN melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD).

Selanjutnya, rombongan meninjau ruas Kiluan - SP Umbar hingga menuju kawasan wisata Pantai Gigi Hiu. Namun perjalanan menuju Pantai Gigi Hiu tidak mudah terlebih disaat menuju perjalanan pulang.

Jalan tanah yang licin dan berat membuat rombongan kesulitan melintas. Bahkan, satu unit mobil Pajero yang digunakan rombongan sempat terperosok dan harus ditarik menggunakan kendaraan lain.

Kondisi ini memperlihatkan secara langsung beratnya akses menuju salah satu destinasi wisata unggulan di Lampung tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung M. Taufiqullah mengatakan, pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Aksesnya tadi kita sama-sama tahu, lumayan berat. Dan ini secara bertahap akan kita bangun. Kalau dari Kiluan Umbar ke Umbar Putih Doh, kita kira-kira butuh sekitar Rp127 miliar lagi supaya tersambung," ujar Taufiqullah.

Ia menjelaskan, jika jalur tersebut tersambung, maka akan terbuka akses baru dari Bandar Lampung menuju Kota Agung Kabupaten Tanggamus melalui jalur pesisir sepanjang sekitar 148 kilometer.

"Jadi kita bisa dari Bandar Lampung lewat Kota Agung lewat sini. Tinggal itu lagi, PR kita sekitar Rp126 miliar lagi untuk menyelesaikannya," jelasnya.

Tahun ini, lanjutnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk ruas Kiluan Umbar dan Rp25 miliar lainnya untuk ruas Umbar Putih Doh.

Menurut Taufiqullah, selama Indonesia merdeka, akses tersebut belum pernah tersentuh pembangunan aspal. Jalan yang ada selama ini hanya berupa jalan tanah yang diperkeras secara sederhana.

"Selama Indonesia merdeka memang belum pernah tersentuh aspal. Baru dibuka lalu diberi base supaya bisa dilewati. Tahun ini alhamdulillah kita perkeras dengan rigid," katanya.

Adapun panjang ruas Kiluan Umbar mencapai 6,6 kilometer, sementara ruas Umbar Putih Doh sepanjang 5,8 kilometer. Dengan demikian, total ruas yang akan ditangani mencapai sekitar 12 kilometer.

Pembangunan jalur ini diharapkan mampu membuka akses wisata baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Tanggamus. (*)