• Senin, 20 April 2026

Penindakan BBM Ilegal Dinilai Mampu Tekan Potensi Kelangkaan

Senin, 20 April 2026 - 16.06 WIB
28

Kabid Energi pada Dinas ESDM Provinsi Lampung, Sopian Atiek, saat dimintai keterangan, Senin (20/4/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Polda Lampung saat ini tengah menggencarkan pengungkapan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM ilegal di berbagai wilayah.

Langkah ini dinilai mampu menekan potensi kelangkaan serta menjaga distribusi BBM subsidi tetap stabil di masyarakat.

Kepala Bidang Energi pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Lampung, Sopian Atiek, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima rekap resmi dari kepolisian terkait jumlah pengungkapan penimbunan BBM ilegal.

"Untuk sementara belum ada rekap. Biasanya nanti kalau penyidikan membutuhkan keterangan ahli, mereka akan meminta ke BPH Migas atau ke Dinas ESDM. Kalau sudah ada permintaan itu, biasanya baru kita tahu jumlah barang bukti yang diamankan," kata dia saat dimintai keterangan, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, barang bukti BBM ilegal yang disita nantinya dapat dilelang setelah memiliki kekuatan hukum tetap. Hasil lelang tersebut akan masuk ke kas negara.

"Barang yang disita itu kalau sudah berkekuatan hukum tetap bisa dilelang dan masuk ke kas negara," ujarnya.

Selain itu, Sopian memastikan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite tidak berdampak signifikan terhadap konsumsi BBM subsidi di Lampung.

Menurutnya, pengguna kedua BBM tersebut umumnya kendaraan pribadi kelas menengah ke atas dengan spesifikasi mesin tertentu.

"Secara persentase, saya pikir tidak lebih dari 5 persen pengguna Pertamina Dex dan Dexlite. Jadi untuk sementara masih aman," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kuota Biosolar di Lampung masih dalam kondisi normal dan tidak mengalami pengurangan. Bahkan, penyaluran saat ini masih sedikit di bawah kuota yang tersedia.

"Kuota Biosolar kita masih normal, tidak dikurangi dan bahkan penyalurannya masih sedikit di bawah kuota. Artinya kebutuhan masyarakat masih terpenuhi," katanya.

Sopian memperkirakan hingga akhir tahun konsumsi Biosolar justru berpotensi meningkat, sehingga kemungkinan kuota perlu ditambah sekitar 5 hingga 10 persen.

"Kalau melihat prediksi sampai akhir tahun, konsumsi kemungkinan meningkat 5 sampai 10 persen. Artinya kuota bisa saja ditambah," ujarnya.

Ia juga menilai potensi migrasi pengguna Pertamina Dex dan Dexlite ke Biosolar relatif kecil, hanya sekitar 1 hingga 2 persen. Hal ini karena penggunaan Biosolar pada kendaraan diesel modern berisiko menimbulkan kerusakan mesin.

Sementara itu, kondisi stok BBM di Terminal BBM Panjang juga masih aman dengan ketahanan antara lima hingga sepuluh hari.

"Stok di Terminal Panjang antara 5 sampai 10 hari, jadi masih aman. Baik Pertamina Dex, Pertamax, maupun BBM lainnya," pungkasnya.

Dengan gencarnya penindakan oleh Polda Lampung, pemerintah berharap praktik penyelewengan dan penimbunan BBM subsidi dapat ditekan sehingga distribusi tetap tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (*)