• Selasa, 21 April 2026

BRI Region 5 Bandar Lampung Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa di Lampung, Gubernur Sambut Baik Sinergikan Desa BRILiaN dengan Program Desaku Maju

Selasa, 21 April 2026 - 08.37 WIB
28

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyambut baik kolaborasi antara Program Desaku Maju milik Pemerintah Provinsi Lampung dengan Program Desa BRILiaN dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyambut baik kolaborasi antara Program Desaku Maju milik Pemerintah Provinsi Lampung dengan Program Desa BRILiaN dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sinergi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan dan pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menerima kunjungan kerja PT BRI Region 5 Bandar Lampung di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026). Pertemuan itu membahas upaya sinergi pengembangan desa agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Lampung memiliki kekuatan besar di sektor pertanian yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan singkong menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa yang perlu terus didorong melalui program terintegrasi.

Menurutnya, potensi tersebut harus terhubung langsung dengan program pembangunan desa agar memberikan dampak nyata. Program Desaku Maju, kata dia, hadir untuk memastikan hasil produksi tidak hanya berhenti di sektor hulu, tetapi juga berkembang hingga ke hilir.

“Kita ingin petani tidak hanya produksi, tapi juga memiliki nilai tambah, baik dari pengolahan, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan ekonomi,” ujar Mirza.

Ia menjelaskan, Program Desaku Maju mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan sektor unggulan. Program ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan BUMDes dan koperasi, serta dukungan alat produksi dan inovasi berbasis kebutuhan lokal.

Dengan pendekatan tersebut, komoditas seperti padi, jagung, dan singkong tidak hanya menjadi hasil panen, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti industri pangan olahan, pakan ternak, hingga produk turunan lainnya.

“Jika ini berjalan optimal, desa bisa mandiri. Ekonomi tumbuh dari desa, petani sejahtera, dan Lampung semakin kuat sebagai penopang pangan nasional,” katanya.

Gubernur juga menilai kolaborasi dengan BRI merupakan langkah tepat karena memiliki kesamaan visi dalam membangun desa. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program di lapangan.

“Kita punya lokus yang sama. Bersama-sama menyatukan kekuatan untuk memajukan desa dan memaksimalkan potensi yang sudah dimiliki,” tegasnya.

Sementara itu, Regional CEO PT BRI Region 5 Bandar Lampung, Andreas Chandra Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki Program Desa BRILiaN yang sejalan dengan konsep Desaku Maju.

“Kami memiliki program pemberdayaan desa melalui penguatan ekonomi desa, yakni Desa BRILiaN. Konsepnya sama, yaitu menjadikan desa maju berbasis potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kedua program tersebut akan disinergikan untuk memperkuat dampak pembangunan desa, khususnya dalam pengembangan komoditas unggulan daerah seperti padi, jagung, singkong, dan kopi.

Menurut Andreas, pada tahun ini BRI menargetkan sekitar 90 desa binaan yang akan mendapatkan Program Desa BRILiaN, termasuk desa-desa yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

“Kami menargetkan sekitar 90 desa penerima program. Pak Gubernur juga telah menyampaikan sekitar 30 desa kandidat yang akan segera kami tindak lanjuti,” katanya.

Andreas menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk mendorong ekonomi desa sebagai sumber pertumbuhan baru.

“Selama ini program mungkin berjalan sendiri-sendiri. Namun ketika disatukan, konsep dan tujuannya ternyata sejalan. Ini menjadi potensi besar untuk berkembang bersama dan memajukan desa,” pungkas Andreas. (**)