Gubernur Lampung Minta Dewan Pendidikan Susun Strategi Tingkatkan SDM untuk Kelola Potensi Daerah
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico saat dimintai keterangan, Selasa (21/4/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Lampung menggelar rapat perdana dengan Dewan Pendidikan yang dipimpin
langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Selasa (21/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan jika Gubernur meminta Dewan Pendidikan untuk menyusun strategi dan konsep peningkatan kualitas SDM agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan SDA.
Thomas menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar mampu mengelola potensi daerah secara maksimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lampung.
"Harapan Gubernur Lampung kepada Dewan Pendidikan adalah membuat strategi dan konsep bagaimana meningkatkan kualitas SDM kita. SDM ini diharapkan mampu memperbaiki potensi dan memanfaatkan SDA yang ada di Provinsi Lampung secara maksimal," kata Thomas.
Ia menjelaskan, SDM Lampung diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam mengelola sumber daya alam yang ada di daerahnya sendiri.
"Intinya SDM kita harus mampu mengelola dan mengolah SDA yang ada di Provinsi Lampung. Mereka harus menjadi pelaku, penikmat, dan pelaksana untuk kemakmuran rakyat Lampung," jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang berorientasi pada pengembangan pola pikir kritis, kemampuan membaca peluang, serta penyusunan strategi dalam pengelolaan potensi daerah.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi generasi muda, serta menciptakan peluang kerja di daerah agar lulusan pendidikan dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.
"SDM kita harus dididik untuk berpikir kritis, mampu membaca peluang, dan menyiapkan strategi dalam mengelola sumber daya daerah. Kita juga harus meningkatkan kualitas pendidikan serta membuka akses bagi anak-anak untuk sekolah dan menciptakan peluang kerja di daerah," tambahnya.
Thomas juga menegaskan bahwa generasi muda Lampung harus dibekali keterampilan dan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan daerah. Hal ini penting agar mereka mampu menjawab tantangan pembangunan dan bersaing di masa depan.
"Anak-anak kita harus punya skill, harus berpikir cerdas, dan mendapat bimbingan maksimal agar mampu menjawab kebutuhan daerah. Karena ke depan daya saing akan semakin kuat," ujarnya.
Ia menambahkan, Gubernur Lampung juga berharap pembangunan
daerah tidak hanya dinikmati oleh pihak luar, melainkan dapat dikelola dan
dimanfaatkan oleh putra-putri daerah.
"Jangan sampai Lampung maju, tapi yang menikmati justru orang luar. Harapan Pak Gubernur, Lampung maju dan makmur, namun yang menguasai adalah putra daerah dan anak-anak Lampung sendiri," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Lampung, Prof. Syafrimen, menyatakan bahwa pendidikan menjadi faktor utama dalam mempersiapkan generasi masa depan, khususnya menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, Lampung memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, namun tanpa didukung kualitas SDM yang memadai, masyarakat daerah berpotensi menjadi tamu di rumah sendiri.
"Intinya pendidikan adalah hal yang substantif. Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi jika tidak diolah dengan kemampuan dan keterampilan generasi masa depan, kita bisa menjadi tamu di rumah sendiri," kata Syafrimen.
Ia menegaskan bahwa Dewan Pendidikan Lampung siap mendukung visi Gubernur dengan menyusun regulasi dan kebijakan strategis di bidang pendidikan. Langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan berbagai persoalan pendidikan di Lampung.
"Tentu kami akan support dalam bentuk regulasi-regulasi bidang pendidikan untuk mengantarkan pendidikan kita sampai ke level yang diharapkan. Kami juga akan memetakan persoalan pendidikan bersama dinas terkait," ujarnya.
Syafrimen menambahkan, hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran dan mampu mengintervensi berbagai permasalahan pendidikan yang ada di Provinsi Lampung.
"Dari pemetaan tersebut nantinya akan lahir regulasi-regulasi yang sesuai untuk mengintervensi permasalahan pendidikan saat ini, sehingga visi Gubernur dalam meningkatkan kualitas SDM dapat tercapai," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Minyakita Menghilang dari Pasar, Disperindag Lampung Sebut Dampak Program Bantuan Pangan
Selasa, 21 April 2026 -
Kolaborasi Kejati Lampung dan Pelindo Regional 2 Panjang Berhasil Pulihkan Keuangan Negara Rp1,53 Miliar
Selasa, 21 April 2026 -
Peringati Hari Kartini, Unila Dorong Perempuan Jadi Motor Perubahan di Era Digital
Selasa, 21 April 2026 -
Peringati Hari Kartini, PDI Perjuangan Lampung Bagikan 500 Buku Tulis, Perkuat Pendidikan Politik dan Ketahanan Pangan
Selasa, 21 April 2026








