• Rabu, 22 April 2026

Buntut Gagal Panen, Petani Metro Selatan Geruduk DPRD Kota Metro

Rabu, 22 April 2026 - 10.10 WIB
316

Aksi demonstrasi puluhan petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Menggugat saat melakukan orasi di depan Gedung DPRD Kota Metro. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Gelombang kekecewaan akhirnya pecah. Puluhan petani dari wilayah Metro Selatan turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Metro, Rabu (22/4/2026).

Dari pantauan Kupastuntas.co, aksi ini menjadi luapan emosi atas rentetan gagal panen yang mereka alami akibat banjir yang tak kunjung ditangani secara serius oleh pemerintah.

Sejak pagi, massa mulai berdatangan dengan membawa spanduk bernada protes. Wajah-wajah lelah namun penuh amarah terlihat jelas. Mereka datang bukan untuk sekadar didengar, tetapi untuk menagih tanggung jawab.

Demo puluhan petani tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini dan seluruh Komisi hingga Kepala DKP3 beserta jajarannya.

“Ini bukan pertama kali kami gagal panen. Tapi ini yang paling parah. Kami sudah tidak tahu lagi harus berharap ke siapa,” teriak Rofiki Kordinator aksi.

Para petani mengaku mengalami kerugian besar setelah lahan pertanian mereka kembali terendam banjir. Kawasan seperti Rejomulyo dan Sumbersari disebut menjadi titik terparah, di mana air kerap menggenang berhari-hari hingga merusak tanaman padi yang siap panen.

Kondisi ini membuat petani terjebak dalam lingkaran kerugian. Modal habis, hasil nihil, sementara bantuan yang dijanjikan belum juga dirasakan secara nyata. Gedung DPRD Kota Metro menjadi titik utama aksi. Bagi petani, lembaga legislatif tidak bisa lagi hanya menjadi penonton. Aksi sempat memanas ketika beberapa perwakilan petani mencoba mendesak masuk untuk bertemu langsung dengan anggota dewan. Aparat keamanan terlihat bersiaga mengantisipasi eskalasi.

Dalam orasinya, massa secara terbuka menuding Pemerintah Kota Metro gagal mengantisipasi dan menangani persoalan banjir yang berdampak langsung pada sektor pertanian. Petani menilai, selama ini pemerintah lebih sibuk dengan agenda seremonial ketimbang menyelesaikan persoalan mendasar.

“Kami tidak butuh seremoni. Kami butuh solusi. Jangan datang hanya saat panen raya, tapi hilang saat kami gagal panen,” ujar salah satu orator.

Hingga kini proses dialog dengan DPRD dan perwakilan Pemkot Metro tengah berlangsung di salah satu Aula Gedung DPRD Kota Metro. Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini memimpin jalannya dialog. (*)