• Kamis, 23 April 2026

Pemprov Lampung Usulkan Pembangunan Balai Diklat Khusus

Kamis, 23 April 2026 - 16.16 WIB
27

Wakil Gubernur Jihan Nurlela saat bertemu dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di Jakarta, pada Rabu (22/4/2026). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendorong percepatan pembangunan Balai Diklat Industri (BDI) di Lampung saat bertemu Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di Jakarta, pada Rabu (22/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar rencana proyek baru, tetapi upaya menjawab kebutuhan mendesak dunia industri akan tenaga kerja yang terampil dan tersertifikasi.

Menurut Jihan, Lampung sebenarnya memiliki banyak sumber daya manusia (SDM), namun belum semuanya memiliki sertifikasi yang diakui secara formal.

Pemprov Lampung sendiri sudah menyiapkan lahan sekitar 7 hektare di kawasan Kota Baru sebagai lokasi pembangunan.

Area ini dinilai strategis karena berada di pusat pengembangan pemerintahan sekaligus dekat dengan lingkungan pendidikan seperti Institut Teknologi Sumatera (Itera), serta kawasan industri yang sudah berkembang.

"Permintaan tenaga kerja industri terus meningkat, tapi belum semuanya tersertifikasi. BDI ini penting untuk menjembatani kebutuhan itu," kata Jihan saat memberikan keterangan, Kamis (23/4/2026).

Usulan pembangunan BDI juga telah diajukan secara resmi dan mendapat dukungan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Pemerintah daerah berharap fasilitas ini nantinya mampu mencetak tenaga kerja siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sementara itu Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menilai Lampung punya peluang besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri baru.

Letaknya yang dekat dengan Jakarta dan didukung sektor agroindustri menjadi keunggulan tersendiri.

Namun, ia mengakui realisasi pembangunan BDI masih terkendala anggaran. Pemerintah pusat saat ini tengah mencari skema pembiayaan alternatif agar proyek tetap bisa berjalan.

"Kebutuhan SDM industri semakin mendesak, tapi kita juga harus realistis dengan kondisi anggaran. Karena itu, sedang disiapkan model pembiayaan yang lebih fleksibel," ujarnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempercepat realisasi BDI di Lampung, dengan harapan bisa memperkuat kualitas tenaga kerja sekaligus mendorong daya saing industri daerah. (*)