• Sabtu, 25 April 2026

Menteri Lingkungan Hidup Sebut 52 Ribu Hektare Hutan dan Lahan Terbakar

Sabtu, 25 April 2026 - 13.48 WIB
27

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyebut luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional selama 2026 sudah mencapai 52 ribu hektare atau sudah berpuluh kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan Hanif usai apel pengendalian karhutla di Lapangan PT Pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, dikutip dari Antara, Sabtu (25/4/2026).

Ia mengatakan kebakaran ini cukup besar dan tersebar terutama di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.

"Berdasarkan data SiPongi (Sistem Informasi Peringatan dan Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan) dua tiga hari kemarin sudah 52 ribu hektare. Angka bulan ini juga berkali-kali dibandingkan bulan yang sama tahun 2025," katanya.

Lebih lanjut dia meminta untuk mengaktifkan semua unsur hingga ke tingkat tapak untuk menanggulangi karhutla. Pekan depan dirinya akan bergeser ke Kalimantan Barat untuk memeriksa kesiapan pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota di sana.

Menurutnya kebakaran tahun ini disebabkan oleh musim kemarau yang panjang dan tinggi air gambut yang berkurang. Pihaknya melakukan dua cara yakni melalui operasi modifikasi cuaca oleh badan Penanggulangan Bencana Nasional dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan kedua memperbanyak sekat-sekat kanal.

Luasnya Karhutla 2026 lanjutnya mengindikasikan kesiapsiagaan dari awal memang sangat dimintakan. Maka dari itu dia meminta daerah rawan bencana untuk saling mengingatkan dan memberi dukungan dan semangat menghadirkan lingkungan yang baik.

"Kepada TNI Polri diharapkan mampu terus membina kita untuk bersama-sama memperhatikan dan merencanakan langkah-langkah operasional dalam keterpaduan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Pada teman-teman badan penanggulangan bencana daerah dan seluruh unsur organisasi pemerintahan perangkat daerah untuk bersama-sama. Kebakaran ini tanggung jawab kita bersama, tanpa kita melakukan operasi penanganan bersama," ujarnya.

"Kita tidak bisa membayangkan bilamana terjadi kebakaran dan kita tidak siap tentu biaya pemadamannya akan sangat tinggi di tengah BBM yang semakin tinggi pada kondisi geopolitik yang semakin tidak menentu seperti ini. Untuk mengefisiensi semua langkah, yang perlu kita lakukan persiapan awal lebih awal lebih baik kita lakukan dengan demikian maka dengan anggaran yang efisien," imbuhnya. (*)