• Senin, 27 April 2026

Musda XI Golkar Lampung Barat Jadi Penentu Nahkoda Baru dan Arah Politik 2029

Senin, 27 April 2026 - 13.08 WIB
66

Ketua DPD Golkar Lampung Barat Ismun Zani dan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Hanan A Rozak. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Lampung Barat yang digelar di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Senin (27/4/2026), menjadi momentum penting dalam penentuan arah kepemimpinan sekaligus konsolidasi kekuatan politik partai berlambang beringin tersebut di tingkat daerah.

Forum ini tidak sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi titik krusial dalam menentukan masa depan Partai Golkar Lampung Barat, baik dalam konteks regenerasi kepengurusan maupun perumusan strategi politik ke depan.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Hanan A. Rozak, Ketua Harian DPD Golkar Lampung Riza Mihardi, Sekretaris Aprozi Alam, serta Bendahara Tony Eka.

Selain itu, hadir pula Ketua DPD Golkar Lampung Barat Ismun Zani bersama jajaran pengurus dan kader. Kehadiran tamu undangan dari lintas partai politik juga menambah bobot forum ini, termasuk Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan setempat, serta perwakilan KPU, Bawaslu, dan unsur lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Syukur, menyebutkan total peserta yang mengikuti Musda mencapai ratusan orang. Ia menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan baik berkat kerja sama seluruh pihak.

"Musda ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang suksesi kepengurusan semata, tetapi juga mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis untuk kemajuan Partai Golkar di Lampung Barat," katanya saat menyampaikan laporan.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Lampung Barat, Ismun Zani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musda tersebut.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama proses pelaksanaan, seraya menegaskan bahwa seluruh panitia telah bekerja maksimal demi menyukseskan agenda penting partai tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ismun menyinggung perjalanan panjang sinergi antara Partai Golkar dengan pemerintah daerah, KPU, dan Bawaslu, serta seluruh pihak terkait yang telah terjalin selama kurang lebih dua dekade, baik dalam pelaksanaan Pemilu maupun Pilkada.

Ia mengapresiasi peran pemerintah daerah yang dinilai telah memberikan ruang bagi seluruh partai politik, termasuk Golkar, dalam menyampaikan aspirasi melalui lembaga legislatif.

Ismun juga menegaskan bahwa Musda kali ini menjadi momen terakhirnya menyampaikan pidato sebagai Ketua DPD Golkar Lampung Barat, seiring akan dilakukannya pergantian kepengurusan.

"Regenerasi merupakan bagian penting dalam keberlangsungan organisasi, dan keberhasilan sebuah partai ditentukan oleh kemampuan para senior partai menyiapkan kader penerus yang solid," sambungnya.

Ia pun mengingatkan seluruh kader untuk tetap menjaga kekompakan dan soliditas, serta terus bekerja di bawah komando kepemimpinan yang baru nantinya. "Saya mohon jaga kekompakan, tetap bekerja mengikuti komando Ketua DPD Golkar Lampung Barat," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menekankan bahwa Musda merupakan momentum strategis dalam menentukan arah kebijakan dan perjuangan Partai Golkar ke depan.

Ia menilai tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks membutuhkan organisasi politik yang kuat, kader yang militan, serta kepemimpinan yang visioner dan responsif.

Parosil juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal partai sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut, ia mengajak seluruh peserta Musda untuk menjunjung tinggi nilai demokrasi, mengedepankan musyawarah, serta menyikapi perbedaan pandangan secara bijak.

Menurutnya, dinamika dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun harus tetap diarahkan untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau golongan.

Ia juga berharap Musda XI ini mampu melahirkan kepengurusan baru yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga mampu menghadirkan program kerja yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Musda XI Golkar Lampung Barat ini pun diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan refleksi untuk memperkuat peran partai dalam menjawab tantangan zaman.

Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Lampung Barat tak sekadar forum organisasi, tetapi menjadi titik awal konsolidasi serius menghadapi Pemilu 2029, dengan fokus utama memperkuat mesin partai hingga ke akar rumput.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Hanan A. Rozak secara tegas mengarahkan seluruh kader untuk menjadikan Musda sebagai momentum menyusun strategi kemenangan, bukan sekadar agenda seremonial lima tahunan.

“Musda ini adalah titik konsolidasi. Kita bicara bagaimana memenangkan kepercayaan rakyat ke depan,” kata Hanan dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa tantangan politik ke depan semakin kompleks sehingga partai harus memperkuat struktur hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pergerakan. Menurutnya, kekuatan partai tidak lagi hanya ditentukan elite, tetapi oleh seberapa aktif kader hadir dan bekerja di tengah masyarakat.

Hanan juga menyoroti pentingnya perubahan cara kerja politik, dari yang bersifat elitis menjadi lebih membumi dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat. “Kalau kader tidak turun ke masyarakat, maka partai akan ditinggalkan. Kehadiran nyata itu kunci,” tegasnya.

Musda XI ini sendiri memuat agenda strategis, mulai dari evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja 2026–2031, hingga pemilihan ketua DPD yang akan memimpin arah partai lima tahun ke depan.

Namun, lebih dari itu, forum ini menjadi ajang penegasan bahwa Partai Golkar harus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif dan responsif terhadap persoalan sosial. Program yang diusung pun diarahkan pada isu konkret, seperti penguatan UMKM, pemberdayaan pemuda dan perempuan, serta peningkatan peran sosial partai.

Hanan menyebut bahwa partai harus mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar narasi politik yang jauh dari realitas masyarakat. Dalam konteks lokal Lampung Barat, ia menilai potensi ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian utama kader dalam merancang program kerja.

Kehadiran kader di tengah masyarakat, menurutnya, akan menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap partai. Selain itu, ia mengingatkan agar dinamika pemilihan ketua dalam Musda tidak memicu perpecahan internal.

“Kompetisi boleh, tapi jangan sampai merusak soliditas. Setelah Musda, kita harus kembali menjadi satu barisan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa soliditas internal adalah fondasi utama dalam membangun kekuatan politik yang berkelanjutan.

Musda juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Harian DPD Golkar Lampung Riza Mihardi, Sekretaris Aprozi Alam, Bendahara Tony Eka, serta Ketua DPD Golkar Lampung Barat Ismun Zani.

Dari unsur eksternal, tampak hadir Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus beserta jajaran, serta perwakilan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum.

Kehadiran lintas partai ini memperlihatkan bahwa dinamika politik di Lampung Barat tetap berjalan dalam koridor demokrasi yang terbuka. Di sisi lain, Musda XI juga menargetkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam setiap program partai sebagai upaya memperkuat basis dukungan.

Kaderisasi menjadi fokus lain yang ditekankan, terutama dalam menyiapkan generasi muda, perempuan, dan kalangan profesional untuk terlibat aktif dalam politik. Partai Golkar juga berkomitmen menjadikan kantor partai sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Dengan arah tersebut, Musda XI diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan strategi konkret untuk memenangkan hati rakyat. Menutup sambutannya, Hanan A. Rozak secara resmi membuka Musda XI dengan penegasan bahwa kerja nyata kader di lapangan akan menjadi penentu masa depan Partai Golkar di Lampung Barat. (*)