• Senin, 27 April 2026

Reshuffle Perdana Prabowo, Dudung Abdurachman Jadi Kepala KSP, Jumhur Hidayat Masuk Kabinet

Senin, 27 April 2026 - 16.37 WIB
55

Prosesi pelantikan 5 pejabat di Kabinet Praboso dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Foto: Setpres

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pemerintahan dengan melantik sejumlah pejabat baru dan menggeser posisi strategis di Kabinet, Senin (27/4/2026). Langkah ini menandai reshuffle penting yang turut menghadirkan figur dari kalangan aktivis buruh ke lingkar kekuasaan.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Presiden. Sejumlah tokoh yang dilantik berasal dari latar belakang beragam, mulai dari pimpinan organisasi buruh hingga pejabat pemerintahan.

Salah satu sorotan utama adalah penunjukan Jumhur Hidayat, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Masuknya tokoh buruh ke dalam kabinet dinilai menjadi sinyal penguatan perspektif ketenagakerjaan dalam kebijakan pemerintah.

Sementara itu, posisi Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya yang dijabat Faisol Hanif mengalami pergeseran menjadi Wakil Menteri Koordinator Pangan. Di sisi lain, Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Qodari yang kini dipercaya memimpin Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).

Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden tentang pengangkatan para pejabat. Presiden kemudian memandu langsung pengucapan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Presiden saat memimpin sumpah jabatan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Sejumlah menteri kabinet dan pimpinan lembaga negara juga tampak hadir, menandai pentingnya momentum reshuffle ini dalam arah kebijakan pemerintahan ke depan.

Perombakan ini dipandang sebagai upaya penyegaran sekaligus penyesuaian strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan lintas sektor, mulai dari lingkungan hidup, pangan, hingga komunikasi publik. (*)