Warga Keluhkan Lampu Jalan Way Mengaku Lampung Barat Banyak yang Mati dan Rusak
Tampak kondisi salah satu lampu PJU di sepanjang ruas Jalan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit mati dan rusak. Foto: Echa/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kondisi lampu Penerangan
Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas Jalan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit
dikeluhkan masyarakat dan pengendara. Sejumlah titik lampu dilaporkan rusak dan
tidak berfungsi, sehingga membuat ruas jalan tersebut gelap saat malam hari.
Berdasarkan peninjauan di lokasi, terlihat beberapa lampu PJU dalam kondisi mati total. Bahkan, sebagian lampu tampak menggantung dan mengalami kerusakan fisik yang cukup parah, beberapa tiang lampu juga terlihat usang dan tidak terawat, menambah kesan kurang tertata pada salah satu jalur yang cukup sering dilalui masyarakat tersebut.
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas warga, khususnya pada malam hari. Minimnya penerangan membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas saat melintas.
Salah seorang warga setempat, Andi mengatakan kerusakan lampu PJU tersebut sudah terjadi cukup lama dan hingga kini belum ada perbaikan.
“Sudah lama mati, bukan baru beberapa hari. Kalau malam gelap sekali, apalagi di beberapa titik benar-benar tidak ada lampu yang menyala,” ujarnya. Ia menambahkan, kondisi jalan yang gelap tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau bawa kendaraan harus ekstra hati-hati, karena pandangan terbatas. Takutnya ada lubang atau kendaraan lain yang tidak terlihat,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Deky seorang pengendara yang kerap melintasi jalan tersebut pada malam hari.
Menurutnya, minimnya penerangan membuat perjalanan menjadi tidak aman, terutama bagi pengendara roda dua.
“Kalau malam itu gelap, apalagi kalau lampu kendaraan tidak terlalu terang. Sangat berisiko, bisa saja terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Selain faktor keselamatan, kondisi lampu PJU yang rusak juga dinilai mengurangi estetika lingkungan di sepanjang ruas Jalan Way Mengaku. Warga menilai, lampu yang menggantung dan tidak berfungsi membuat kawasan tersebut terlihat kurang terawat dan terkesan dibiarkan.
“Kondisinya juga tidak enak dilihat, ada lampu yang menggantung. Harusnya segera diperbaiki supaya rapi dan aman,” kata Andi.
Warga juga mengkhawatirkan potensi gangguan keamanan di kawasan yang minim penerangan tersebut. Menurut mereka, kondisi gelap pada malam hari dapat memicu tindak kriminalitas karena minimnya visibilitas di jalan.
Masyarakat juga mempertanyakan anggaran pemeliharaan lampu PJU yang dinilai belum memberikan hasil optimal di lapangan. Menurut warga, jika pemeliharaan dilakukan secara rutin dan tepat sasaran, kerusakan lampu jalan tidak akan berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan.
"Ini kan pasti ada anggaran pemeliharaan nya, berapa anggaran nya?, kalau tidak ada apa alasan nya? ini kan sebagai wajah Lampung Barat juga, kalau dibiarkan rusak dan tidak terawat seperti ini malu dong, apa lagi ini jalan utama penghubung provinsi," kata dia.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera melakukan perbaikan dan perawatan terhadap lampu PJU yang rusak. Selain itu, warga juga meminta adanya pengecekan rutin agar fasilitas penerangan jalan tetap berfungsi dengan baik.
Dengan perbaikan yang cepat dan penanganan yang berkelanjutan, masyarakat berharap ruas Jalan Way Mengaku kembali terang, aman, dan nyaman untuk dilalui, baik siang maupun malam hari. (*)
Berita Lainnya
-
Kebutuhan Darah Meningkat, PMI Lampung Barat Minta Hibah Mobil Donor
Senin, 27 April 2026 -
Musda XI Golkar Lampung Barat Jadi Penentu Nahkoda Baru dan Arah Politik 2029
Senin, 27 April 2026 -
Hari Otda ke-30, Pemkab Lampung Barat Soroti Layanan Publik yang Masih Perlu Dibenahi
Senin, 27 April 2026 -
Bursa Calon Ketua Golkar Lambar Mengerucut, Hanya Tomi Ardi yang Mendaftar
Minggu, 26 April 2026








