• Rabu, 29 April 2026

Dirbinmas Polda Lampung Gelar FGD Penanganan Kenakalan Remaja, Perkuat Sinergi Wujudkan Kamtibmas Kondusif

Rabu, 29 April 2026 - 19.33 WIB
26

Direktorat Binmas Polda Lampung menggelar FGD bertema “Sinergitas Polri, Pemerintah Daerah, dan Organisasi Masyarakat dalam Penanganan Permasalahan Sosial Terkait Anak dan Remaja Guna Mewujudkan Harkamtibmas yang Kondusif di Provinsi Lampung di Golden Tulip Springhill, Rabu (29/4/2026). Foto: Ist

‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Direktorat Binmas Polda Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Polri, Pemerintah Daerah, dan Organisasi Masyarakat dalam Penanganan Permasalahan Sosial Terkait Anak dan Remaja Guna Mewujudkan Harkamtibmas yang Kondusif di Provinsi Lampung”, Rabu (29/4/2026).

‎‎Kegiatan yang berlangsung di Golden Tulip Springhill Lampung itu dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, lembaga perlindungan anak, akademisi, media, hingga perwakilan sekolah dan mahasiswa.

‎‎FGD tersebut menjadi wadah diskusi lintas sektor dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak dan remaja, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, tawuran, hingga fenomena anak jalanan yang dinilai berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

‎‎Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Dirbinmas Polda Lampung, serta sesi foto bersama.

‎‎Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. FGD dipandu oleh presenter TVRI, Kenanga Aprilaski, yang mengarahkan jalannya dialog antara narasumber dan peserta.

‎‎Peserta yang hadir berasal dari berbagai instansi dan organisasi, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Dinas Sosial Provinsi Lampung, Balai Pemasyarakatan Kelas I, Komnas Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Lembaga Perlindungan Anak, Ditresnarkoba Polda Lampung, Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, Dewan Pendidikan Lampung, PGRI, GRANAT, Satpol PP Kota Bandar Lampung, unsur humas kepolisian, media cetak, media mainstream, media online, serta mahasiswa dari Universitas Lampung dan Universitas Bandar Lampung.

‎‎Selain itu, ikut hadir perwakilan dari 28 sekolah tingkat SMA, SMK, dan MAN negeri maupun swasta yang terdiri dari kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), serta komite sekolah.

‎‎Dalam sambutannya, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol Indra Napitupulu menegaskan bahwa penanganan persoalan sosial anak dan remaja membutuhkan keterlibatan semua pihak.

‎Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, media, dan keluarga.

‎‎“Permasalahan sosial yang melibatkan anak dan remaja harus menjadi perhatian bersama. Dibutuhkan sinergi dan langkah konkret agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka maupun mengganggu situasi kamtibmas,” ujarnya.

‎‎Dalam sesi pemaparan materi, Kapolresta Bandar Lampung yang diwakili Kasat Reskrim dan Kasat Binmas menyampaikan tema “Strategi Polresta dalam Mencegah Kenakalan Remaja dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif”.

‎‎Dijelaskan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan melalui pendekatan preventif dan edukatif, termasuk patroli rutin, pembinaan di sekolah-sekolah, penyuluhan hukum, hingga penguatan peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat.

‎‎Selain itu, kepolisian juga mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani anak yang berhadapan dengan hukum, dengan tetap mengutamakan perlindungan hak-hak anak sesuai ketentuan perundang-undangan.

‎‎Ketua LPAI Provinsi Lampung, Andi Lian, S.H., M.H., dalam paparannya bertema “Pencegahan Kenakalan Remaja: Ayo Berprestasi”, menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan pendidikan dalam membangun karakter generasi muda.

‎‎Ia mengingatkan bahwa remaja membutuhkan ruang positif untuk berkembang, sehingga pendekatan pembinaan harus lebih mengedepankan motivasi, pendidikan karakter, dan pengembangan prestasi.

‎‎“Anak-anak harus diberikan ruang untuk berkarya dan berprestasi. Jika lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat mampu bersinergi, maka potensi kenakalan remaja dapat ditekan,” katanya.

‎‎Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung yang diwakili Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Iriana Enha Yunita, S.Sos., MM., membawakan materi bertema “Optimalisasi Peran Dinas Sosial dalam Pembinaan terhadap Anak Jalanan di Provinsi Lampung”.

‎‎Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap anak-anak rentan, termasuk anak jalanan, melalui program rehabilitasi sosial, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan keluarga.

‎‎Menurutnya, persoalan anak jalanan tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut pola asuh, pendidikan, dan lingkungan sosial.

‎‎Sedangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang diwakili Koordinator Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Miftahul Aziz, M.M., M.T., memaparkan materi “Strategi Pembinaan dan Pola Didik dalam Pencegahan Kenakalan Remaja Menuju Indonesia Emas 2045”.

‎‎Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter, pengawasan terhadap penggunaan media digital, serta penguatan komunikasi antara sekolah dan orang tua.

‎‎Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk mental dan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, produktif, dan berintegritas.

‎‎FGD tersebut juga menjadi ruang dialog antara peserta dengan narasumber mengenai berbagai persoalan yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari pengaruh media sosial, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, pergaulan bebas, hingga minimnya pengawasan keluarga.

‎‎Para peserta sepakat bahwa penanganan persoalan sosial anak dan remaja harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

‎‎Melalui kegiatan ini, Polda Lampung berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, organisasi masyarakat, tokoh agama, media, dan masyarakat dalam menjaga generasi muda serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Lampung. (*)