M Firsada Raih Disertasi Terbaik UIN Raden Intan Lampung, Angkat Strategi Moderasi Beragama Cegah Radikalisme
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Lampung, M. Firsada, saat dimintai keterangan, Kamis (30/4/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Asisten I Bidang
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Lampung, M. Firsada, meraih
penghargaan sebagai penulis disertasi terbaik wisudawan program doktor UIN
Raden Intan Lampung, Kamis (30/4/2026).
Disertasi Firsada berjudul "Strategi Internalisasi Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama dalam Pencegahan Radikalisme".
Dalam penelitiannya, ia menawarkan pendekatan baru dalam menangkal radikalisme, yakni dengan mengedepankan pendekatan masyarakat dibandingkan pendekatan keamanan.
"Selama ini pendekatan yang digunakan cenderung berbasis keamanan. Saya ingin mengubahnya menjadi pendekatan berbasis masyarakat, dengan menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan, nilai agama, sejarah keagamaan, serta budaya lokal," ujarnya.
Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama menjadi kunci dalam mencegah berkembangnya paham radikal yang berpotensi mengancam ideologi negara.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat melalui nilai-nilai yang sudah hidup dan berkembang di tengah masyarakat itu sendiri.
Firsada juga menyoroti peran budaya lokal Lampung sebagai instrumen efektif dalam menangkal radikalisme.
Nilai-nilai falsafah hidup masyarakat Lampung seperti Piil Pesenggiri, Nengah Nyappur, Nemui Nyimah, Sakai Sambayan, dan Bejuluk Beadek dinilai mampu memperkuat semangat kebersamaan, keterbukaan, serta toleransi dalam kehidupan sosial.
"Falsafah ini mengedepankan persatuan, multikulturalisme, dan keterbukaan. Jika dijadikan model, ini sangat efektif dalam mencegah masuknya paham radikal di masyarakat," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei, Indeks Potensi Radikalisme di Provinsi Lampung berada di atas rata-rata nasional. Jika angka nasional berada di kisaran 11, Lampung tercatat berada di angka 12.
"Ini menunjukkan bahwa potensi radikalisme masih ada di masyarakat, karena paham tersebut berada di dalam pola pikir individu. Oleh karena itu, pendekatan yang membangun keterbukaan atau open-minded sangat diperlukan," tambahnya.
Melalui disertasinya, Firsada berharap dapat menurunkan indeks potensi radikalisme di Lampung serta mendorong organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, dan kalangan pemuda untuk lebih memahami dan mengedepankan nilai-nilai kebhinekaan, mencakup suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Harapannya, pada akhirnya tercipta harmonisasi ideologi di masyarakat. Karena itu, konsep yang saya tawarkan adalah Ideological Harmonization Lampung," ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan studi mereka.
Ia menyebut momen wisuda sebagai "hari kemenangan" setelah melalui proses panjang, mulai dari pendalaman teori, penelitian, hingga revisi yang tidak mudah.
"Kalian kini hidup di era yang penuh tantangan, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan hingga krisis iklim. Namun di tengah itu semua, kampus tetap berkomitmen pada visi Excellent, Relevant, and Sustainable," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa UIN Raden Intan Lampung telah membuktikan diri sebagai Green Campus, yang mengintegrasikan nilai keislaman dengan kesadaran lingkungan.
"Kalian adalah Alumni Hijau, intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan spiritualitas," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
WOW SALE INFORMA Sultan Agung Kembali Hadir, Diskon Hingga 50 Persen hingga Juni 2026
Kamis, 30 April 2026 -
Diduga Intimidasi Wartawan, Kadis PSDA Lampung Febrizal Levi Dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung
Kamis, 30 April 2026 -
Zulhas Bakal Hadiri Konsolidasi Akbar dan Lantik Pengurus PAN se-Lampung
Kamis, 30 April 2026 -
Teluk Betung Utara Diklaim Bebas Banjir, Camat Ungkap Peran Warga Jadi Kunci
Kamis, 30 April 2026








