• Kamis, 30 April 2026

Perangi Hoaks, Diskominfo Lambar Dorong KIM hingga Tingkat Kecamatan

Kamis, 30 April 2026 - 13.50 WIB
27

Diskominfo Lampung Barat menggelar sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang menyasar kecamatan dan puskesmas, Kamis (30/4/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Barat terus mendorong penguatan pengelolaan informasi di tingkat masyarakat melalui sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang menyasar kecamatan dan puskesmas, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan staf dari sejumlah kecamatan dan puskesmas di Lampung Barat. Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas pembentukan KIM sebagai wadah pengelolaan informasi yang lebih mandiri dan kreatif di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kominfo Lampung Barat, Burlianto Eka Putra, melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik (KIP), Ansori, menjelaskan kegiatan ini bertujuan mendorong kecamatan dan puskesmas agar berperan aktif dalam membentuk dan menghidupkan KIM di wilayah masing-masing.

Menurut Ansori, keberadaan KIM sangat penting dalam memperkuat hubungan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, KIM juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat agar lebih cerdas dalam mengelola informasi.

Ia menegaskan, KIM tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan dua arah yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

Ansori menyebutkan, saat ini pihaknya tengah merancang pembentukan KIM di tingkat kecamatan dengan melibatkan peran aktif kecamatan dan puskesmas sebagai institusi yang paling dekat dengan masyarakat.

“Kecamatan dan puskesmas memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, kami dorong keduanya untuk menjadi motor penggerak dalam pembentukan KIM,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depan pembentukan KIM tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan, tetapi akan diperluas hingga ke tingkat pekon agar jangkauan informasi semakin merata.

“Nantinya KIM akan melibatkan unsur kecamatan, puskesmas, dan masyarakat secara langsung. Tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang aktif, peduli, peka, dan mampu memahami informasi dengan baik,” jelasnya.

Melalui mekanisme diskusi antaranggota, KIM diharapkan mampu memilah dan memilih informasi yang relevan serta bermanfaat bagi kepentingan individu maupun kelompok masyarakat.

Selain itu, KIM juga diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di era digital yang sarat dengan arus informasi cepat.

Ansori menambahkan, KIM memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi, baik dari pemerintah kepada masyarakat maupun antarwarga, termasuk dalam membahas berbagai isu yang tengah berkembang.

Untuk mendukung hal tersebut, Diskominfo Lampung Barat menargetkan setiap kecamatan sudah memiliki KIM pada tahun ini. Pihaknya juga akan memberikan pendampingan dalam proses pembentukan hingga pengelolaannya.

“Tidak hanya dibentuk, KIM juga akan kami dampingi, termasuk melalui pelatihan pembuatan konten agar mampu menghasilkan informasi yang menarik dan edukatif,” paparnya.

Sementara itu, Camat Belalau, Hidayatullah, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pembentukan KIM di wilayahnya. Ia menilai program ini sangat penting dalam memperlancar arus informasi pembangunan dan pelayanan publik.

“Kami siap memfasilitasi pembentukan KIM. Ini penting agar informasi terkait pembangunan dan layanan kepada masyarakat dapat tersampaikan dengan baik tanpa hambatan,” tegasnya.

Ia juga berharap keberadaan KIM dapat membantu menekan penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks di tengah masyarakat. “Dengan adanya KIM, kami berharap informasi yang beredar dapat lebih terverifikasi, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita yang menyesatkan,” pungkasnya. (*)