• Sabtu, 02 Mei 2026

Hardiknas 2026, Komisi IV DPRD: Pendidikan Bandar Lampung Belum Baik-baik Saja

Sabtu, 02 Mei 2026 - 13.05 WIB
29

Ketua Komisi IV DPRD, Asroni Paslah. Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kota Bandar Lampung tak hanya diwarnai upacara dan seremoni. Di balik peringatan tersebut, DPRD Kota Bandar Lampung justru melontarkan kritik tajam terkait kondisi pendidikan yang dinilai masih jauh dari kata ideal.

Ketua Komisi IV DPRD, Asroni Paslah, secara terbuka menyebut Hardiknas seharusnya menjadi 'alarm keras' bagi pemerintah daerah untuk berbenah, bukan sekadar ajang seremonial tahunan.

"Jangan kita sibuk upacara dan pidato, sementara realitas di lapangan masih banyak sekolah dengan fasilitas minim dan kualitas yang timpang. Pendidikan kita belum baik-baik saja,” tegasnya, Sabtu (2/5/2026).

Sebagai mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Komisi IV menyoroti berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan. Mulai dari ketimpangan kualitas antar sekolah, kondisi infrastruktur yang belum layak, hingga meningkatnya beban kerja guru tanpa dukungan sistem yang memadai.

Menurut Asroni, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut masa depan generasi muda di Kota Tapis Berseri.

Ia juga menilai, jika dibiarkan berlarut, maka pemerintah daerah sedang mempertaruhkan kualitas sumber daya manusia ke depan.

"Kita bicara masa depan anak-anak, bukan sekadar angka-angka laporan. Kalau kualitas pendidikan stagnan, kita gagal menyiapkan generasi yang kompetitif,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti efektivitas penggunaan anggaran pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan riil di sekolah. Besarnya anggaran, kata dia, harus sejalan dengan dampak nyata yang dirasakan siswa dan tenaga pendidik.

"Anggaran pendidikan itu besar, tapi apakah sudah benar-benar terasa di ruang kelas? Jangan sampai habis di atas kertas, tapi tidak berdampak nyata,” kritiknya.

Momentum Hardiknas ini, lanjutnya, akan menjadi titik awal DPRD untuk memperketat pengawasan terhadap kebijakan pendidikan, termasuk penggunaan anggaran. Komisi IV memastikan tidak akan tinggal diam jika tidak ada perubahan signifikan.

"Kami akan mengawal, mengkritisi, dan jika perlu menekan agar ada perubahan nyata. Pendidikan tidak boleh dikelola biasa-biasa saja,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Asroni mengingatkan bahwa kejujuran dalam melihat kondisi pendidikan saat ini menjadi kunci perbaikan ke depan.

"Ini bukan hari untuk berpuas diri. Ini peringatan bahwa masih banyak yang harus dibenahi. Kalau kita tidak berani jujur hari ini, maka kita sedang menunda kegagalan di masa depan,” pungkasnya. (*)