• Senin, 04 Mei 2026

Tujuh Pejabat Berebut Kursi Sekda Metro, Mayoritas dari Luar Daerah

Senin, 04 Mei 2026 - 11.58 WIB
772

Kepala BKPSDM Kota Metro, Elmanani saat dikonfirmasi awak media. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas,co, Metro - Dinamika pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Metro kembali menghangat. Sebanyak tujuh pejabat, baik dari internal maupun luar daerah, resmi mendaftarkan diri dalam seleksi terbuka Jabatan Tinggi Pratama (JTP) untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro.

Dari tujuh nama yang mencuat, hanya tiga pejabat yang berasal dari lingkungan Pemkot Metro. Selebihnya merupakan pejabat dari tingkat kabupaten hingga provinsi, yang turut meramaikan bursa perebutan kursi birokrasi tertinggi di Bumi Sai Wawai tersebut.

Informasi yang dihimpun Kupastuntas.co menyebutkan, nama pertama yang mendaftar adalah Ahmad Hariyanto, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Selanjutnya, Zainal K yang menjabat sebagai Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Labuhan Maringgai pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung. Nama lain dari internal Metro adalah Ade Erwinsyah, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro.

Kemudian, Sukmawan Hendriyanto yang saat ini mengemban tugas sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Lampung. Disusul Muhammad Yuliardi, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Lampung.

Dari internal Pemkot Metro, selain Ade Erwinsyah, terdapat nama Ika Puspitarini Anindita Jayasinga yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro. Sementara satu nama lainnya adalah Dr. Kusbani yang saat ini menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kota Metro.

Namun, di tengah proses seleksi yang seharusnya berjalan ketat dan profesional, muncul catatan krusial. Dari tujuh pejabat yang telah mendaftar, satu di antaranya dikabarkan belum menyelesaikan tahapan administrasi, yakni belum melakukan input berkas melalui sistem ASN Karier milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait keseriusan peserta serta konsistensi panitia seleksi dalam menegakkan aturan administrasi. Seleksi terbuka jabatan Sekda seharusnya menjadi etalase meritokrasi birokrasi, di mana setiap tahapan dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kompromi administratif.

Keterlambatan atau kelalaian dalam pemenuhan syarat dasar seperti administrasi bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga mencerminkan disiplin dan kesiapan calon pejabat dalam mengemban tanggung jawab besar.

Saat dikonfirmasi Kupastuntas.co, Kepala BKPSDM Kota Metro, Elmanani membenarkan informasi tersebut. Dirinya mengaku bahwa pendaftaran Selter JTP Sekda Kota Metro telah ditutup pertanggal 2 Mei 2026.

"Alhamdulillah dari mulai kita buka pendaftaran sampai dengan hari kemarin, itu per tanggal 2 Mei itu sudah ditutup," kata dia saat dikonfirmasi usai upacara peringatan Hardiknas di lingkungan Pemkot Metro, Senin (4/5/2026).

Di tengah sorotan terhadap kinerja birokrasi dan tuntutan reformasi administrasi, proses seleksi Sekda semestinya menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen terhadap prinsip good governance, bukan sebaliknya. Dari tujuh pejabat tersebut, satu diantaranya disebut brlum memenuhi persyaratan pendaftaran secara online.

"Pendaftarannya tujuh orang, kalau pemberkasan secara fisik sudah semua, satu orang yang belum secara online dan masih kita proses," singkatnya menutup wawancara. (*)