Dua Anak Terseret Arus Sungai Way Semaka di Belalau, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan
Abid Rahman Alfarizi (10) saat ditemukan dengan kondisi tak bernyawa. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Peristiwa tragis menimpa dua
bocah di aliran Sungai Way Semaka, tepatnya di Pemangku I Kenali, Kecamatan
Belalau, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kedua anak tersebut dilaporkan tenggelam saat tengah berenang bersama
teman-temannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden bermula ketika tujuh anak bermain dan berenang di sungai tersebut. Aktivitas yang awalnya berlangsung biasa berubah menjadi kepanikan setelah dua di antaranya diduga terseret arus.
Arus Sungai Way Semaka yang saat itu cukup deras diduga menjadi faktor utama penyebab kedua bocah tersebut tidak mampu menyelamatkan diri. Teman-teman korban yang berada di lokasi tidak dapat memberikan pertolongan karena derasnya arus.
Salah satu korban, Abid Rahman Alfarizi (10), putra Wahyu, warga Pekon Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis, berhasil ditemukan warga tidak lama setelah kejadian. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Warga yang menemukan korban segera melakukan evakuasi dari aliran sungai. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke Puskesmas Kenali untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, satu korban lainnya bernama Revan (10), putra Khoirul Anwar, hingga kini masih belum ditemukan. Proses pencarian terhadap korban terus dilakukan oleh warga bersama tim gabungan.
Peratin Kenali, Adi Praja, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian itu.
Menurut Adi Praja, peristiwa bermula saat sekelompok anak bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Dari tujuh anak yang berada di lokasi, dua di antaranya terseret arus hingga tenggelam.
Ia juga menyampaikan bahwa satu korban telah ditemukan dan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Sementara satu korban lainnya masih dalam tahap pencarian intensif.
Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Way Semaka. Warga bersama aparat pekon, relawan, dan unsur terkait turun langsung ke lokasi untuk mempercepat proses pencarian.
Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut. Tim gabungan terus berkoordinasi guna memperluas area pencarian.
Di sisi lain, kejadian ini mengundang perhatian masyarakat sekitar. Warga tampak memadati lokasi kejadian untuk membantu sekaligus menyaksikan proses pencarian.
Kondisi di lapangan cukup ramai dengan kehadiran warga yang berharap korban segera ditemukan. Suasana duka juga menyelimuti keluarga korban yang telah ditemukan.
Pemerintah pekon mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus berlangsung. Tim gabungan bersama masyarakat tetap berupaya maksimal agar korban segera ditemukan. (*)
Berita Lainnya
-
Musorkab KONI Lambar Bongkar Masalah Klasik: Anggaran Minim, Pengcab Belum Aktif
Rabu, 06 Mei 2026 -
Data Bansos Kerap Bermasalah, Pemkab Lampung Barat Perkuat Peran Operator SIKS-NG
Selasa, 05 Mei 2026 -
Dua Bocah Korban Tenggelam di Belalau Lampung Barat Ditemukan Meninggal
Selasa, 05 Mei 2026 -
Jalan Nasional di Batu Brak Lampung Barat Kerap Tergenang, Warga Minta Penanganan Serius
Selasa, 05 Mei 2026








