• Selasa, 05 Mei 2026

Usep: Ekspor Tapioka Buka Pasar Global, Tapi Jaga Mutu dan Kesejahteraan Petani

Selasa, 05 Mei 2026 - 14.20 WIB
26

Akademisi Universitas Lampung sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Usep Syaipudin. Foto: Ist

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ekspor perdana tepung tapioka yang dilakukan CV Central Intan melalui Pelabuhan Panjang ke Tiongkok mendapat sorotan dari kalangan pengamat ekonomi.

Akademisi Universitas Lampung sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Usep Syaipudin, menilai langkah ekspor ini sebagai sinyal positif bagi penguatan daya saing komoditas lokal di pasar global.

Menurutnya, ekspor sebanyak 3.330 ton tepung tapioka senilai Rp26 miliar tersebut bukan sekadar transaksi dagang, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong diversifikasi pasar.

“Perluasan pasar internasional sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha. Ini bisa berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani singkong dan masyarakat Lampung,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Namun demikian, Usep mengingatkan bahwa keberhasilan ekspor harus diikuti dengan peningkatan kualitas produksi di tingkat hulu.

Ia menekankan pentingnya peran petani dalam menjaga standar mutu agar mampu memenuhi permintaan negara tujuan.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya penguatan kemitraan antara pelaku usaha dan petani. Menurutnya, hubungan yang sehat dan adil akan menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Petani harus dilibatkan secara aktif. Ketika mereka mampu menghasilkan singkong berkualitas tinggi, maka harus ada kepastian harga yang sepadan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Usep mendorong agar ke depan ekspor tidak hanya berhenti pada produk tepung tapioka, tetapi juga dikembangkan ke sektor hilirisasi dengan menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi.

“Ini penting agar Lampung tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga pemain dalam industri olahan yang lebih kompetitif di pasar global,” pungkasnya. (*)