202.320 Penduduk Lampung Menganggur, Lulusan SMK Paling Banyak
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Pusat Statistik (BPS)
Provinsi Lampung mencatat sebanyak 202.320 penduduk Lampung pengangguran pada
Februari 2026.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution menyampaikan, apabila dibandingkan Februari 2025, jumlah pengangguran berkurang sebanyak 4,48 ribu orang (2,17 persen).
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Lampung hasil Sakernas Februari 2026 sebesar 3,95 persen.
“Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar empat orang penganggur. Pada Februari 2026, TPT mengalami penurunan sebesar 0,12 persen poin dibandingkan dengan Februari 2025,” jelas dia dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Ahmadriswan menjelaskan, TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.
TPT tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 7,39 persen. “Sementara itu, TPT yang paling rendah adalah pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 1,64 persen,” ucapnya.
Perbandingan TPT menurut provinsi di Sumatera relative bervariasi. Pada Februari 2026, TPT tertinggi berada di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 6,87 persen. Sedangkan TPT yang paling rendah sebesar 3,23 persen berada di Provinsi Bengkulu. TPT Lampung berada pada posisi ketiga terendah.
Di samping itu, pada Februari 2026 ada 4.913.590 orang bekerja, bertambah sebanyak 34,53 ribu orang (0,71 persen) dibandingkan Februari 2025.
Penduduk usia kerja pada Februari 2026 sebanyak 7.241,03 ribu orang, naik sebanyak 94,03 ribu orang (1,32 persen) dibandingkan Februari 2025. Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas.
“Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2026, tiga lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yaitu sebesar 44,03 persen; Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 16,73 persen; dan Industri Pengolahan sebesar 8,30 persen,” bebernya. (*)
Berita Lainnya
-
Pemprov Lampung Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di PKOR Way Halim
Minggu, 21 Juni 2026 -
Empat Calon Ketua Apindo Lampung Ambil Berkas Pendaftaran
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Hadiri Rakernas PJ91, Wagub Jihan Tekankan Budaya Gotong Royong Dukung Pembangunan Daerah
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung 8 Jam Terkait Penyertaan Modal Awal PT LEB Rp10 Miliar
Sabtu, 20 Juni 2026








